Sulsel Kondisi Darurat, Jangan Paksakan Sekolah Tatap Muka

Senin, 28 Desember 2020 12:02

Anak sekolah di Pangkep/FIT

FAJAR.CO.ID, MAKASSAR — Sulawesi Selatan (Sulsel) tak bisa memaksakan untuk menggelar sekolah tatap muka pada Januari mendatang. Penyebaran virus korona sudah bertransmisi secara merata di Sulsel.

Ketua Tim Konsultan Satgas Covid-19 Sulsel, Prof Ridwan Amiruddin mengatakan, sekolah tatap muka bukan kebijakan tepat di kondisi saat ini. Risiko penyebaran virus korona di kalangan peserta didik, sangat besar.

Prof Ridwan memaparkan, saat ini kasus positif korona sedang menuju puncak dengan penambahan lebih dari 400 kasus per hari. Adapun positivity rate atau perbandingan kasus positif dengan jumlah sampel tes swab berada dikisaran 17-20 persen. Ini artinya, Sulsel dalam kondisi darurat. Sebab WHO mematok positivity rate di bawah lima persen sebagai kondisi aman.

“Sekolah tatap muka dampaknya sangat besar. Jika jumlah kasus meningkat di kalangan anak didik, ini sangat berbahaya,” tegas Ketua Perhimpunan Ahli Epidemiologi Indonesia Sulsel ini, Minggu, 27 Desember.

Jika memaksakan sekolah tatap muka, lanjut Prof Ridwan, maka sama saja dengan melakukan pembiaran penyebaran virus korona secara lebih luas lagi. Hal ini sangat tidak dibenarkan, karena kesehatan anak didik adalah hal yang utama.

“Berdasarkan arahan Bapak Gubernur, pada situasi puncak ini tidak memungkinkan sekolah tatap muka digelar pada Januari. Kita melihat perkembangan kasus saat ini yang cenderung terjadi peningkatan,” ujarnya. (fjr)

Bagikan berita ini:
4
5
4
Tetap terhubung dengan kami:

Komentar