Terjerat Kasus Pornografi, Kasus Perawat Asal Amerika Inkracht

Terdakwa kasus pornografi asal Amerika Serikat Poppy Christine W saat sidang daring beberapa waktu lalu. (Adrian Suwanto/Radar Bali)

FAJAR.CO.ID, BALI — Kasus pornografi dengan terdakwa seorang perawat asal Amerika Serikat, Poppy Christine Wright, California, 48, dipastikan berkekuatan hukum tetap (inkracht).

Ini setelah pengacara dan jaksa yang semula mengatakan pikir-pikir atas putusan hakim, akhirnya menyatakan menerima putusan.

“Kami tim penasihat hukum menerima putusan hakim. Besok (hari ini, Red) saya akan mengambil salinan putusan ke PN Denpasar,” ujar IB Gumilang Galih Sakti, pengacara terdakwa, kemarin.

Menurut Gumilang, terdakwa bisa menerima putusan hakim yang mengganjarnya pidana penjara selama delapan bulan dan denda Rp 5 juta subside satu bulan penjara.

Hukuman majelis hakim yang diketuai Angeliky Handajani Day itu lebih ringan dari tuntutan JPU. Sebelumnya JPU I Bagus P.G. Agung menuntut terdakwa satu tahun penjara.

Perbuatan terdakwa diatur dan diancam pidana Pasal 34 juncto Pasal 8 UU Nomor 44/2008 tentang Pornografi. Untuk pidana denda, Sakti memastikan terdakwa membayarnya.

“Terdakwa akan membayar denda Rp 5 juta untuk menghindari subsider satu bulan penjara,” imbuh pengacara muda yang berkantor di Sakti Law Office itu.

Diungkapkan dalam dakwaan JPU, terdakwa adalah lulusan sekolah keperawatan asal Amerika Serikat. Terdakwa ditahan sejak 21 Oktober 2020.

Ceritanyaa terdakwa datang ke Bali pada 1 Maret 2020 untuk menemui pacarnya saksi Marcus Beam.

Komentar


KONTEN BERSPONSOR