Terkendala Lahan, Pembangunan RPH Terancam Mangkrak

Senin, 28 Desember 2020 21:47

FAJAR.CO.ID, MAKASSAR — Salah satu proyek Pemkot Makassar, pembangunan pembangunan rumah pemotongan hewan (RPH) terintegrasi kini terancam mangkrak.

Pasalnya, Pemkot masih berkutat pada masalah pembebasan lahan seluas 3 hektar yang belum selesai.

Kepala Bidang Peternakan dan Kesehatan Hewan Dinas Perikanan dan Pertanian (DP2) Kota Makassar, Andi Herliani mengatakan pembebasan lahan RPH mendesak. Jika tidak segera dibebaskan, maka pemerintah provinsi berencana akan mengalihkan anggaran pembangunan ke kabupaten lain.

“Kita sudah diwarning, kalau anggaran pembebasan lahan tidak ada kejelasan tahun ini, maka anggaran dari provinsi sebesar Rp27 miliar untuk pengembangan RPH terintegrasi dibatalkan dan anggarannya dialihkan ke kabupaten lain,” kata Heliani, Selasa (27/12/2020).

Menurut Herliani, pengalihan anggaran ke daerah lain lantaran Pemkot Makassar dinilai tidak komitmen menyiapkan lahan. Padahal Pemprov Sulsel tidak tanggung-tanggung dalam mengeluarkan anggaran. Apalagi proyek ini menjadi program prioritas Gubernur Sulsel Nurdin Abdullah.

Pada APBD 2020, Pemprov Sulsel telah mengalokasikan anggaran Rp8,5 miliar untuk bangunan utama, kandang dan Instalasi Pengolahan Air Limbah (IPAL). Sedangkan APBD 2021, anggaran Rp27 miliar kembali disiapkan.

Tidak hanya provinsi, pemerintah pusat juga mengalokasikan anggaran Rp1,4 miliar untuk pengadaan peralatan RPH pada tahun ini, dan kembali dianggarkan Rp5,7 miliar di APBN 2021.

“Jadi bagaimana komitmen pemkot terkait dengan lahan dan pengelolaan RPH, silahkan tanya ke pak wali,” singkat dia.

Bagikan berita ini:
1
6
8
Tetap terhubung dengan kami:

Komentar