Warga Jerman yang Datangi Markas FPI Diduga Intelijen

Senin, 28 Desember 2020 09:59

Kedubes Jerman sambangi Sekretariat FPI di Petamburan (rmol)

FAJAR.CO.ID, JAKARTA — Warga negara Jerman yang mendatangi markas Front Pembela Islam (FPI) beberapa waktu lalu ternyata seorang intelijen. Pemerintah pun diminta harus tegas dan mewaspadai FPI bakal ditunggangi Jerman.

Diungkapkan Anggota Komisi I DPR Muhammad Farhan, warga negara Jerman yang mendatangi Markas FPI bukan seorang diplomat. Dia diduga seorang intelijen.

“Ketika dilakukan penyelidikan langsung ke beberapa sumber kita di Berlin, ternyata dia bukan pegawai pemerintah. Tercatat dia sebagai pegawai BND(Bundesnachrichtendienst). BND merupakan intelijen Jerman,” ujar Farhan, Minggu (27/12).

Dikatakannya, pihak Komisi I telah curiga sejak Kedutaan besar (Kedubes) Jerman. Saat itu Kedubes Jerman tak mengindahkan rekomendasi melakukan persona non grata WN Jerman tersebut. Sebab persona non grata tidak berlaku bagi non-diplomat.

“Orang ini memang tidak bisa dipersona non grata, tapi akan masuk cekal ya harusnya dicekal. Kita lagi tunggu, kenapa tidak ada pengumuman cekal atau sudah masuk blakclist,” katanya.

Ada tujuan tertentu kedatangan inteljen Jerman ke markas FPI. Anggota Komisi III DPR Habiburokhman menduga Jerman tengah menunggangi FPI untuk kepentingan tertentu. Karenanya, FPI diminta waspada.“Gak mungkin pihak luar itu ada keinginan baik. Gak mungkin sekadar ingin tahu, yang mungkin malah ada tendensi-tendensi memafaatkan situasi untuk kepentingan mereka, bukan keuntungan FPI,” ujarnya.

Politisi Gerindra ini mengatakan FPI harus berhati-hati dengan pihak asing yang mendukungnya. Hal ini dapat mengancam keamanan Indonesia.

Komentar