Bom Manusiawi

Selasa, 29 Desember 2020 08:00

Disway

“Larilah menjauh, selamatkan diri Anda,” kata rekaman di speaker itu.

Suara itu suara seorang wanita.

“Ada bom di dalam mobil ini,” ujar rekaman itu lagi. “Akan meledak dalam waktu 15 menit”.

Suara dari rekaman itu cukup keras. Kedengaran dari jarak puluhan meter. Rupanya speaker itu disetel dengan volume terkeras. Apalagi pintu-pintu mobil terbuka. Suara peringatan itu menjadi lebih jelas terdengar.

Kalau saja si pemilik bom tidak baik hati alangkah banyaknya korban jiwa.

Kebaikan si peledak bom bunuh diri bukan hanya itu.

Sebelum menyetel peringatan itu pun ia –atau dia– sudah memberikan peringatan keras. Keras sekali. Lewat serentetan tembakan. Entah ke arah mana. Suara tembakan itu sampai didengar oleh para penghuni apartemen di dekat mobil itu parkir.

Suara tembakan itu terjadi sekitar pukul 04.30. Berarti tiga jam setelah mobil itu diparkir. Setidaknya begitulah menurut cerita Betsy Williams kepada CNN.

Betsy tinggal di lantai 4 apartemen paling dekat dengan mobil besar itu. Persis di sebelah mobil-bom itu parkir.

Sepagi itu Betsy masih tidur nyenyak. Hanya mengenakan piyama. Tanpa apa-apa lainnya. Dia berniat baru akan bangun jam berapa pun –kalau matanya sudah tidak mau tidur lagi.

Sepanjang hari Natal 25 Desember itu Betsy tidak akan ke mana-mana. Dia berniat akan di kamar saja. Dan hanya akan terus pakai piyama saja. Sepanjang hari. Istirahat total.

Komentar