Generasi Palopo Kasihan, Pelajar Usia Muda Terbanyak Rehabilitasi Narkoba

Selasa, 29 Desember 2020 14:10

Ilustrasi/Tahanan narkoba

FAJAR.CO.ID, PALOPO — Badan Narkotika Nasional (BNN) Kota Palopo mengungkap peredaran sabu-sabu sebanyak 173 gram. Itu sepanjang Januari hingga Desember 2020. Ada peningkatan dibanding tahun 2019 yang hanya mengamankan barang bukti 94 gram sabu dan 1 kilogram ganja.

Adapun pada tahun 2020, BNN Kota Palopo juga telah merehabilitasi 25 orang penyalahguna narkoba. Terdiri atas 10 orang dari kalangan pelajar, sembilan orang pekerja swasta, dan enam orang masyarakat umum.

Mereka direhabilitasi pada lima tempat yaitu, Klinik Wijaya Sakti BNN Kota Palopo, Rumah Rehab Hati, RS. Mujaisyah, RSUD Sawerigading Palopo, dan Puskesmas Wara Utara Kota, Kota Palopo, serta ada pula direhabilitasi di Ba’doka, Makassar.

Kepala BNN Palopo Ustin Pangarian, mengatakan, pengungkapan pengedaran narkotika jenis sabu di Kota Palopo naik drastis dibanding tahun lalu. “Kenaikannya mencapai 70 persen. Tahun ini mencapai empat bal sabu. Tahun lalu lebih banyak ganja yang kita tangkap,” kata Ustin kepada FAJAR, Senin, 28 Desember.

Pengedar narkotika jenis sabu yang ditangkap tahun 2020 katanya, melebihi target hanya tiga laporan kejahatan narkoba (LKN). Namun, realisasi diakhir tahun mencapai lima LKN. Adapun lima LKN tersebut, telah diamankan sebanyak 10 orang tersangka, tujuh orang tersangka telah dilimpahkan ke JPU dan sudah P21 atau berkas sudah lengkap.

Sedangkan, tiga tersangka lainnya masih dalam penyidikan. Jumlah barang bukti sabu sebanyak 173,9326 gram. Pelaku yang ditangkap dititip di Polres. Lantaran, Lapas dan Rutan sudah penuh tahanan.

Komentar