Hampir Setahun Desa Mamminasae Tak Terima BPNT

Selasa, 29 Desember 2020 14:01

Warga Desa Mamminasae, Kecamatan Lamuru tidak menerima program Bantuan Pangan Non Tunai (BPNT) Sembako selama setahun. Saldonya tetap Rp0.

FAJAR.CO.ID, BONE — Warga Desa Mamminasae, Kecamatan Lamuru tidak menerima program Bantuan Pangan Non Tunai (BPNT) Sembako selama setahun. Saldonya tetap Rp0.

Pada bulan Agustus 2018 program BPNT sembako tersebut baru cair. Langsung dibagikan selama 4 bulan dari amei sampai Agustus. Keluarga Penerima Manfaat (KPM) yang diusulkan 111 orang, tetapi yang menerima hannya 105, kemudian berubah 103 orang.

“Penyaluran BPNT itu sampai bulan Mei 2019 lancar. Itu nilainya Rp110 ribu dengan rincian 5 kg beras, dan 1 rak telur,” kata agen di Desa Mamminasae, Edi kepada FAJAR Selasa (29/12/2020).

Januari 2020 KPM mendapatkan kenaikan besaran nominal bantuan diikuti dengan bertambahnya jenis bantuan yang diterima. Semula Rp110 ribu menjadi Rp150 ribu. Warga Mamminasae pun tak merasakan seperti itu. Lebih miris lagi yang dari gunung ketika sudah menyewa ojek turun ke agen mengecek saldonya, alhasil Rp0.

“Kita di sini tak pernah rasakan yang Rp150 ribu. Kita cuman tau pas Rp200 ribu beras yang rinciannya 10 kg, telur 2 rak. Yang menerima ada 94 KPM. Jadi sejak September 2019 KPM baru menerima kembali pada September 2020,” beber Edi.

Kata Edi, pada periode bulan April 2020 ada kartu baru. Sebanyak 35 KPM menerima itu. Dan berlangsung sampai bulan Agustus saja. Pada bulan September baru menerima 94 KPM. “Jadi ada beberapa KPM sebelumnya tidak lagi menerima bantuan. Kita juga bingung kesalahannya di mana, padahal awalnya menerima semuaji,” tuturnya.

Komentar