Komnas HAM Temukan Serpihan Bodi Mobil, Pemerintah Pastikan Tak Bentuk TGPF

Selasa, 29 Desember 2020 17:25

BEBER TEMUAN: Komisioner Komnas HAM Mohammad Choirul Anam (kiri) dan Wakil Ketua Eksternal Komnas HAM Amiruddin dalam ko...

FAJAR.CO.ID — Dorongan membentuk Tim Gabungan Pencari Fakta (TGPF) untuk mengusut penembakan enam laskar Front Pembela Islam (FPI) masih menggema. Pemerintah pun sudah mengambil sikap terkait desakan itu.

Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum, dan Keamanan (Menkopolhukam) Mohammad Mahfud MD menyatakan bahwa pemerintah tidak akan membentuk TGPF. Mereka menyerahkan penyelidikan peristiwa itu kepada Komisi Nasional Hak Asasi Manusia (Komnas HAM).

Menurut Mahfud, hal itu sesuai dengan UU 26/2000 tentang Pengadilan HAM. Namun, dia menegaskan, kasus tersebut tetap harus diselesaikan. “Kalau (dalam kasus) itu ada pelanggaran HAM dari polisi, kami selesaikan,” katanya. Karena itu, pemerintah mendukung kerja-kerja yang dilakukan Komnas HAM.

Mahfud melanjutkan, apa pun hasil penyelidikan Komnas HAM, pemerintah akan mengikuti. Selama proses itu masih berlangsung, pemerintah tidak akan mengintervensi Komnas HAM. “Katakan kalau polisi salah. Tapi, katakan juga kalau ada pihak lain yang salah,” ujar mantan ketua Mahkamah Konstitusi (MK) tersebut.

Kemarin (28/12) Komnas HAM menyampaikan perkembangan penyelidikan terbaru. Mereka telah mengamankan barang bukti seperti proyektil, selongsong peluru, hingga rekaman CCTV. Ada pula pecahan bodi mobil yang diduga berasal dari serempetan mobil laskar (FPI) dengan mobil polisi.

Komisioner Pemantauan dan Penyelidikan Komnas HAM Amiruddin Al Rahab menjelaskan, barang bukti itu diperoleh tim penyelidikan yang dikerahkan instansinya mulai Senin (7/12/2020). “Nanti bukti-bukti itu kami uji lagi,” ungkapnya, kepada awak media.

Bagikan berita ini:
9
8
2
Tetap terhubung dengan kami:

Komentar