Komnas HAM Temukan Serpihan Bodi Mobil, Pemerintah Pastikan Tak Bentuk TGPF

Selasa, 29 Desember 2020 17:25

BEBER TEMUAN: Komisioner Komnas HAM Mohammad Choirul Anam (kiri) dan Wakil Ketua Eksternal Komnas HAM Amiruddin dalam ko...

Pengujian harus dilakukan untuk memastikan barang bukti tersebut memiliki kesesuaian dengan keterangan personel Polri, FPI, maupun pihak-pihak lain yang sudah dimintai keterangan.

Komisioner Komnas HAM, Choirul Anam, menyatakan, pihaknya membutuhkan keterangan ahli untuk menggali lebih dalam fakta di balik temuan itu. Pria yang dipercaya memimpin tim penyelidikan tersebut menuturkan, ada tujuh proyektil yang dikumpulkan timnya dari lokasi kejadian di sekitar Km 50 tol Jakarta–Cikampek. “Dari tujuh itu, ada satu yang kami tidak yakin,” jelasnya.

Tim juga mendapat empat selongsong peluru. Tiga dalam keadaan utuh, satu lagi tidak. “Kami duga (selongsong yang tidak utuh) bagian belakang,” terang Anam.

Selain perlu keterangan ahli, dia menilai harus dilakukan uji balistik secara terbuka. “Kami sedang mengupayakan uji balistik itu terbuka, akuntabel,” tambahnya.

Dari uji balistik, Komnas HAM berharap bisa mengetahui sumber proyektil maupun selongsong peluru tersebut.

Meski demikian, sampai kemarin, Komnas HAM belum menyimpulkan hasil kerja mereka. “Tahapnya masih mengumpulkan keterangan,” terangnya.

Kadivhumas Polri Irjen Argo Yuwono menuturkan, Bareskrim juga masih melakukan pendalaman dengan memeriksa sejumlah saksi. Saat ini dibutuhkan informasi dari masyarakat terkait kejadian yang sebenarnya. “Ada hotline, silakan laporkan kalau ada informasi,” ucapnya.

Soal bagaimana proses di divisi propam terhadap petugas yang menembak enam pengawal Rizieq Syihab, Argo mengatakan bahwa proses belum selesai.

Bagikan berita ini:
3
6
1
Tetap terhubung dengan kami:

Komentar