Menkes Budi Sadikin: 4 Jenis Vaksin Corona Akan Didatangkan ke Indonesia

Selasa, 29 Desember 2020 22:34

Menkes, Budi Sadikin.

FAJAR.CO.ID, JAKARTA — Pemerintah akan melakukan pemberian vaksin Covid-19 kepada masyarakat secara bertahap yang dimulai dengan tenaga kesehatan (nakes).

“Tahap pertama yang akan dilakukan adalah vaksinasi ke tenaga atau petugas kesehatan. Di Indonesia ini ada 1,3 juta orang nakes di 34 provinsi. Rencananya akan dilakukan dalam rentang waktu 1-3 bulan,” kata Menteri Kesehatan, Budi Gunadi Sadikin, dalam keterangan persnya, Selasa (29/12/2020).

Disampaikan Budi, Presiden Joko Widodo meminta agar vaksinasi dilakukan di seluruh Indonesia. Juga ditekankan pentingnya kehati-hatian dalam melakukan vaksinasi tersebut.

“Ini harus dilakukan di seluruh Indonesia berbarengan karena siapapun dia tenaga kesehatan ini, baik dia berlokasi di Aceh, di Jogja, di Papua mereka sama-sama garda terdepan dalam menangani pandemi Covid-19 ini,” ujar Budi mengutip arahan Presiden.

Tahap kedua, disampaikan Menkes, akan dilakukan vaksinasi kepada petugas publik yang jumlahnya sekitar 17,4 juta orang.

Kemudian tahap selanjutnya adalah masyarakat lanjut usia, di atas 60 tahun, yang jumlahnya sekitar 21,5 juta orang. Terakhir adalah vaksinasi untuk masyarakat umum.

Namun, diungkapkan Budi, diperlukan waktu untuk memastikan bahwa vaksin yang bisa digunakan nanti bisa berlaku untuk usia di atas 60 tahun.

Vaksin Sinovac yang diuji klinis di Turki dan Brazil diberikan juga ke kelompok usia di atas 60 tahun. Namun uji klinis tahap 3 vaksin tersebut yang dilakukan di Bandung diberikan pada masyarakat dengan rentang usia 18-59 tahun.

“Itu sebabnya hasil diskusi kita dengan ITAGI (Indonesian Technical Advisory Group on Immunization), secara scientific memang disarankan menggunakan vaksin Sinovac sesuai dengan yang diuji klinis tiga-kan di Bandung,” ujar Budi.

Untuk itu, pihaknya sudah berbicara dengan Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) untuk mengkoordinasikan hal ini sehingga nanti BPOM akan melengkapi data sebelum mengambil keputusan akhir mengenai rentang usia yang bisa diberikan vaksin.

Ditambahkan Budi, terdapat empat jenis vaksin yang akan didatangkan ke Indonesia.

“Otomatis keragaman itu akan ada. Karena sebagian besar vaksin kita akan datang mungkin sekitar semester kedua atau akhir kuartal kedua 2021, itu sebabnya kenapa kalau kita lihat tadi tahapannya lansia kita taruh agak ke belakang karena kita ingin memastikan bahwa semua data scientific mengenai pemberian vaksin ke grup lansia ini BPOM sudah merasa yakin,” ujarnya.

“Saya percaya BPOM bisa mengambil keputusan yang independen dan berdasarkan kepada sains,” pungkasnya. (endra/fajar)

Bagikan berita ini:
8
4
8
Tetap terhubung dengan kami:

Komentar