PPP Sulsel Butuh Pemimpin Milenial, Imam Fauzan Dianggap Ideal

Selasa, 29 Desember 2020 21:53

FOTO: ISTIMEWA

FAJAR.CO.ID, MAKASSAR — Gelaran Muktamar PPP di Kota Makassar telah usai dengan terpilihnya Suharso Monoarfa Sebagai Ketua Umum. Kontestasi kepemimpinan tersebut juga mulai berlanjut pada Kepemimpinan Wilayah di Sulsel. 

Beberapa Dewan Pimpinan Cabang (DPC) PPP mulai mendorong figur milenial untuk memimpin PPP Sulsel. Adalah Ketua DPC PPP Kabupaten Bulukumba, H. Askar HL yang mengusulkan nama Imam Fauzan AU. 

Menurut Askar, berbagai syarat dalam Anggaran Dasar PPP telah dipenuhi Imam Fauzan. Ditambah sosok pemuda kelahiran 28 September 1996 itu bisa mewakili generasi milenial di PPP. 

“Figur potensial adalah pak Fauzan, potensi beliau sebagai generasi milenial, dan ini kemudian jadi aset besar bagi PPP di Sulsel,” kata Askar saat dihubungi, Selasa (29/12/2020).

“Kami mau PPP itu bisa diterima semua kalangan. Karena itu PPP juga butuh sosok milenial untuk menjadi pemimpin. Supaya tidak ada kesan bahwa PPP ini hanya partai yang didominasi orang tua,” lanjut Askar. 

Askar menuturkan, figur Imam Fauzan sudah banyak berkontribusi untuk PPP. Selain mampu duduk sebagai Anggota DPRD Sulsel, Imam Fauzan juga telah teruji karena saat ini memimpin Fraksi PPP di DPRD Sulsel. 

“Bagi kami calon kuat itu adalah Fauzan. Semua punya potensi, tapi kita ini di PPP selalu mengedepankan azas komunikasi, yang pasti kalau Fauzan maju, PPP Bulukumba sangat mengapresiasi sikap tersebut,” katanya. 

DPC Ingin Pemimpin Baru

Meski agenda Musyawarah Wilayah (Muswil) PPP Sulsel belum ditentukan, namun gaung pembaharuan mulai disuarakan beberapa pimpinan DPC lainnya. 

Seperti yang diungkapkan Ketua DPC PPP Kabupaten Bantaeng, Hj. Andi Sugiarti Mangun Karim. Menurut Andi Ugi–sapaan karibnya, selaku kader maupun pribadi dia menginginkan pemimpin baru di PPP Sulsel. Apalagi kata dia, kepemimpinan Muh. Aras sebagai Ketua sudah harus berganti dengan figur muda. 

“Pak Aras itu tempatnya sudah tidak di Sulsel lagi. Dia sudah harus ada di Pusat. Dengan kapasitas dia, ya kan. Dengan posisi dia sekarang. Yang kedua, PPP wilayah butuh penyegaran. Kita butuh penyegaran, kita butuh tenaga baru, tenaga muda yang punya visi, yang bisa membawa PPP ke depan menjadi lebih milenial, lebih maju, lebih bisa mengikuti kondisi zaman lah, seperti itu. Dengan tidak meninggalkan citra kita sebagai partai Islam,” katanya. 

Andi Ugi mengaku, kader partai pasti telah mampu melihat dengan jelas siapa sosok milenial yang dianggap mumpuni sebagai suksesor Muh. Aras di PPP Sulsel. 

“Kita tentu sudah bisa melihat potensi yang dimiliki oleh partai, sudah begitu banyak karya, ruang yang ditempati oleh kader kita dan dia berhasil di tempat itu. Taruh lah misalnya Imam Fauzan. Fauzan kader muda, dia lahir dan besar di keluarga yang memang bekerja secara maksimal untuk kepentingan partai,” ujar Andi Ugi. 

“Pak Amir Uskara (Ayah Imam Fauzan) kita tahu bagaimana beliau membawa PPP Sulsel menjadi partai yang bisa berkibar namanya di Provinsi dan sekarang di pusat. Kemudian, pak Fauzan punya latar belakang pendidikan milenial, punya gagasan. Saya bisa berbicara seperti itu karena dia ketua Fraksi saya, dia ketua Fraksi yang saya anggap berhasil,” lanjutnya.

Andi Ugi menjelaskan, dengan ketokohan yang dimiliki oleh Waketum PPP Amir Uskara, yang baru-baru ini berhasil menyukseskan Muktamar DPP PPP di Makassar, maka potensi lahirnya kader-kader baru untuk membawa kejayaan PPP di Sulsel sangat besar. 

“Dan potensi yang dimiliki Fauzan, kita bisa berharap banyak kepada sosok seperti beliau. Ada pembaharuan, kita berterima kasih pak Aras sudah membawa PPP Sulsel lebih baik, tetapi saatnya sekarang PPP Sulsel itu melakukan pembaharuan, dan pak Aras alhamdulillah kita melihat dia punya potensi untuk berkiprah lebih banyak lagi di nasional,” pungkasnya. 

Sementara, Ketua DPC PPP Kabupaten Takalar, H. Nurdin HS mengatakan, ada banyak figur di PPP yang cukup mumpuni sebagai suksesor Muh. Aras. Termasuk legislator muda PPP Sulsel, Imam Fauzan. 

“Beliau punya kapasitas, apalagi jadi ketua fraksi PPP di DPRD Provinsi, tidak ada salahnya beliau mau maju,” ucapnya. 

Makassar Tunggu Jadwal, Gowa Ingin Figur Milenial

Ketua DPC PPP Kota Makassar Busranuddin Baso Tika mengatakan, dirinya masih menunggu kepastian jadwal Muswil PPP Sulsel. BBT–akronim namanya mengatakan, sesuai Anggaran Dasar dan Anggaran Rumah Tangga (AD/ART) PPP, enam bulan setelah Muktamar paling lambat sudah harus dilaksanakan Muswil di Provinsi. 

“Muswil belum ada jadwal, begini kalau di AD/ART enam bulan setelah Muktamar paling lambat harus dilaksanakan Muswil . Tapi kan krisis sekarang, dengan pandemi ini kita tidak tahu kapan berakhirnya. Artinya semuanya masih bisa berubah,” katanya. 

Terkait sosok pemimpin PPP di Muswil, Busrah menganggap masih terlalu dini untuk dibahas. 

“Saya terlalu pagi kalau langsung menyampaikan beberapa hal terkait dengan calon ketua DPW. Tunggu satu dua minggu setelah tahun baru. Saya akan menyampaikan kader-kader yang punya kapasitas, kredibel, dan layak memimpin PPP ke depan,” katanya. 

Sementara, Ketua DPC PPP Kabupaten Gowa, Nursyam Amin menuturkan, jika melihat perkembangan jelang Muswil PPP Sulsel, memang telah ada beberapa figur yang digadang-gadang bakal berkompetisi.  

Namun, Nursyam berharap keberadaan kandidat milenial di PPP akan mampu mengangkat citra partai lebih baik ke depannya. Apalagi dalam menjawab tantangan zaman di era keterbukaan informasi dan teknologi.

“Yang mau maju ada beberapa. Saya melihat semua kader terbaik, termasuk ada nama Imam Fauzan yang saya dengar. Kalau sosoknya sudah teruji. Apalagi sebagai kader PPP yang saat ini juga menjabat ketua Fraksi DPRD Sulsel, dia sangat bagus, sekaligus bisa mencitrakan bahwa PPP adalah partai milenial, dan tidak selamanya orang tua. Saya rasa seperti itu.”

Menurut Nursyam, keberadaan kandidat pemimpin milenial di PPP Sulsel akan mampu mengangkat citra partai berlambang kakbah tersebut ke generasi muda. 

“Yang jelas kita mau citrakan bahwa PPP adalah partai anak muda juga,” ucapnya. (rdi)

Bagikan berita ini:
3
8
10
Tetap terhubung dengan kami:

Komentar