Saling Olok di Medsos, Tawuran Antargeng Makan Korban

Selasa, 29 Desember 2020 10:13

MERESAHKAN: Para anggota Geng All Best diamankan polisi di Mapolrestabes Surabaya. (Eddi Sudrajat/Jawa Pos)

FAJAR.CO.ID, SURABAYA – Geng di Kota Pahlawan kembali menebar keresahan. Geng All the Best melakukan tawuran dengan Geng HAH di Jalan Nias pada Minggu (27/12). Dua remaja yang tidak terkait menjadi korban kebrutalan karena dianggap berafiliasi ke salah satu geng.

Polisi yang mendapat laporan kasus tawuran itu langsung memburu pelaku. Dari pendalaman polisi, diketahui para pelakunya adalah anggota Geng All Best. Polisi kemudian mengamankan sembilan anggota Geng All Best.

Namun, hanya tiga yang ditetapkan sebagai tersangka karena terbukti melakukan penganiayaan. Ironisnya, semua masih di bawah umur. Masing-masing adalah FTB, 15; FI, 15; dan NFA, 14. ”Kebetulan yang menjadi korban juga di bawah umur,” kata Wakasatreskrim Polrestabes Surabaya AKP Ambuka Yudha Hardi Putra kemarin (28/12).

Ambuka menuturkan, penganiayaan itu berawal dari perselisihan antarkelompok. FTB yang merupakan anggota Geng All Best memiliki masalah dengan anggota Geng HAH. Dia saling olok di media sosial. Dia meminta bantuan gengnya.

FTB kemudian menantang lawannya yang berasal dari anggota geng lain untuk tawuran. Ajakan itu diterima. Kedua geng sepakat melakukan tawuran di Jalan Nias.

Ada 15 orang anggota Geng All Best yang berangkat ke lokasi. Mereka berboncengan dengan tujuh motor. ”Di lokasi, sempat terjadi perkelahian antarkelompok,” ujarnya.

Namun, tawuran tidak berlangsung lama. Geng HAH kalah jumlah. Mereka terdesak dan memilih kabur. Anggota Geng All Best yang masih emosi mengejar.

Komentar