Selama 2020, Kasus Penganiayaan dan Penipuan Marak Terjadi di Makassar

Selasa, 29 Desember 2020 20:00

Kapolrestabes Makassar, Kombes Pol Witnu Urip Laksana.

FAJAR.CO.ID, MAKASSAR — Aksi penganiayaan biasa di Makassar adalah kasus terbanyak sejak awal hingga akhir tahun 2020 ini. Jumlahnya tercacat 74 kasus.

Itu diungkapkan Kapolrestabes Makassar, Kombes Pol Witnu Urip Laksana, saat menggelar press rilis akhir tahun kasus kejahatan konvensional di wilayah hukumnya ini, Selasa (29/12/2020).

Data yang dipublikasikan, dari 74 laporan kasus penganiayaan biasa yang diterima, 35 di antaranya yang terselesaikan. Kasus ini masuk dalam deretan kasus konvensional.

“Kejahatan konvensional di 2020 ini, masih didominasi oleh kasus penganiayaan,” katanya kepada wartawan.

Jika dibandingkan dengan tahun 2019, tahun ini tentu lebih rendah daripada tahun lalu. Di mana saat itu jumlahnya mencapai 158 kasus dan yang terselesaikan sebanyak 69 kasus.

Dari situ dapat disimpulkan, kasus ini mangalami penurunan. Menyusul kasus lainnya seperti penipuan. Di 2019 lalu tercacat ada 671 kasus dan yang terselesaikan hanya 192 kasus.

Sedangkan di tahun 2020 ini, kasus ini juga mengalami penurunan di angka 57 kasus, dan yang berhasil diselesaikan sebanyak 42 kasus.

Menyusul kasus kejahatan pencurian biasa di tahun 2019 sebanyak 229 kasus dan diselesaikan 130 kasus. Tahun 2020 ini juga mengalami penurunan yakni hanya 7 kasus yang diterima dan semuanya berhasil diselesaikan.

“Selain penganiayaan yang mendominasi, juga ada penipuan,” jelas perwira tiga melati ini.

Sekadar diketahui, selain ketiga kasus di atas, jenis-jenis kasus yang masuk dalam konvensional di antaranya curanmor, kepemilikan senjata tajam, curat, curas, penggelapan, pengeroyokan, KDRT, dan anirat (penganiayaan berat). (ishak/fajar)

Komentar


VIDEO TERKINI