Tanggapi Kritik ICW, Ghufron: Kami Selamatkan Uang Negara Rp592 Triliun

Selasa, 29 Desember 2020 13:30

Wakil Ketua KPK Nurul Ghufron mengatakan, selama ini KPK dinilai ICW hanya sebagai lembaga penangkap koruptor. Jadi saat hanya menangkap koruptor saja KPK dianggap bekerja dan berprestasi. (Dery Ridwansah/JawaPos.com)

FAJAR.CO.ID, JAKARTA — Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) geram dengan kritikan Indonesia Corruption Watch (ICW) yang menuding KPK era kepemimpinan Firli Bahuri tidak serius memberantas koruptor. Kritik itu pun langsung ditanggapi oleh Wakil Ketua KPK Nurul Ghufron.

Menurut Ghufron, selama ini KPK dinilai ICW hanya sebagai lembaga penangkap koruptor. Jadi saat hanya menangkap koruptor saja KPK dianggap bekerja dan berprestasi.

ICW, lanjut Ghufron, sepertinya tidak melihat KPK yang juga berjuang keras mencegah apalagi mengedukasi masyarakat untuk sadar dan tidak berprilaku korup. “Kerja-kerja itu dianggap bukan KPK,” kata Ghufron, Selasa (29/12).

Pimpinan KPK berlatar belakang akademisi ini menuturkan, masyarakat Indonesia saat ini sudah lebih dewasa, lebih berwarna dan komprehensif dalam pemberantasan korupsi. Sehingga apa yang disampaikan ICW akan bertentangan dengan kesadaran antikorupsi rakyat.

“Rakyat Indonesia orang yang sehat, sehingga baik yang manis, asin, maupun kecut harus dilahap, KPK itu didirikan oleh negara dan didanai untuk mencegah dan menindak. Karena itu KPK harus menindak kalau ada Tipikor, namun sebelum terjadinya Tipikor KPK juga harus mencegah dan menyadarkan penyelenggara negara dan masyarakat untuk tidak korup,” cetus Ghufron.

Menurut Ghufron, ICW tidak melihat kinerja KPK di tengah pandemi Covid-19. Dia mengklaim, kinerja lembaga antirasuah berjalan optimal meski di tengah pandemi Covid-19.

Komentar


VIDEO TERKINI