14 Hari Setelah Liburan Diperkirakan Covid-19 Meledak Lagi

Ilustrasi - Petugas Bandara Soekarno - Hatta menerapkan protokol kesehatan kepada penumpang pesawat. Foto: Humas Angkasa Pura II

Sulsel Sumbang Kesembuhan Tertinggi

FAJAR.CO.ID, JAKARTA — Tren peningkatan kasus Covid-19 perlu diwaspadai usai libur Natal dan tahun baru. Terutama mengantisipasi kapasitas rumah sakit.

Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin mengatakan ada tren kenaikan kasus pascalibur panjang. Ini terjadi akibat mobilitas penduduk yang meningkat. Akibatnya, terjadi lonjakan pasien yang dirawat di rumah sakit.

Menurutnya, ada enam provinsi memiliki riwayat kenaikan kasus setelah liburan panjang selesai. Seperti DKI Jakarta, Jawa Barat, Jawa Tengah, DIY, Jawa Timur, dan Sulsel.

“Kondisi keterisian tempat tidur isolasi di beberapa provinsi sudah melampaui batas aman 70 persen,” bebernya saat menggelar konferensi pers, Selasa, 29 Desember.

Keterisian tempat tidur isolasi di DKI Jakarta sudah 85 persen, Jawa Barat 80 persen, Jawa Tengah 79 persen, DI Yogyakarta 81 persen dan Jawa Timur 74 persen. “Sulawesi Selatan masih sedikit di bawah 64 persen,”ungkapnya.

Sementara keterisian ruang Intensive Care Unit (ICU) rumah sakit di beberapa provinsi besar juga dalam tren meningkat. Bahkan ada yang telah melampaui batas aman 70 persen. Seperti DKI Jakarta 78 persen, Jabar 78 persen, DIY 72 persen. Jatim masih 65 persen, Jateng 58 persen, dan Sulsel 38 persen.

“Kemenkes sudah berbicara dengan sejumlah gubernur ingin memastikan rumah sakit kita siap. Ranjang cukup, SDM siap dan sebagainya. Ini perlu dipersiapkan,” beber Budi.

Komentar


KONTEN BERSPONSOR