Dukung FPI Dibubarkan, Politikus PKB: Tugas Dai Tetap Dijalankan, Tapi Tidak Anarkis

Rabu, 30 Desember 2020 16:58
Belum ada gambar

Ilustrasi laskar FPI

FAJAR.CO.ID, JAKARTA- Politisi Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) Maman Imamnulhak turut mendukung keputusan diambil Menko Polhukam Mahfud MD.

Keputusan tersebut, kata pria akrab dipanggil kang Maman itu berkaitan dengan pembubaran dan larangan aktivitas Front Pembela Islam (FPI).

“Tentu PKB mendukung langkah Menko Polhukam,” kata Maman dalam keterangannya kepada wartawan di Jakarta, Rabu (30/12/2020).

Kendati demikian, Anggota Komisi VIII DPR RI itu tetap mengimbau para da’i dan pendukung ormas besutan Habib Rizieq Shihab itu tetap bekerja menjalankan amal amar makruf dan nahi munkar.

“Cara melakukan amar maruf adalah dengan cara baik dalam menegakkan nahi munkar pun harus dilakukan dengan cara konstruktif, tidak kriminal, tidak anarkis, tidak juga melanggar hukum,” tandas Maman.

Sebelumnya, Sebelumnya, Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum, dan Keamanan (Menko Polhukam) Mahfud Md mengatakan, pemerintah melarang dan membubarkan FPI.

Mantan ketua Mahkamah Konstitusi (MK) itu menjelaskan, sejak 21 Juni 2019, FPI secara de jure telah bubar sebagai ormas.

Ia menyebutkan karena FPI belum memenuhi persyaratan untuk memperpanjang surat keterangan terdaftar (SKT) sebagai ormas hingga kini di Kemendagri.

Sementara itu, lanjut guru besar hukum tata negara Universitas Islam Indonesia (UII) itu masa berlaku SKT FPI yang sebelumnya hanya berlaku hingga 20 Juni 2019.

“Berdasarkan peraturan perundang-undangan dan sesuai dengan putusan MK Nomor 82 PUU 11 Tahun 2013 tertanggal 23 Desember 2014, pemerintah melarang aktivitas FPI,” Jelas Mahfud dalam keterangan persnya, Rabu (30/12/2020).(muf/pojoksatu)

Bagikan berita ini:
7
7
8
Tetap terhubung dengan kami:

Komentar