FPI Dibubarkan, FPI Sulsel : Innalilahi, Ini Musibah

Rabu, 30 Desember 2020 15:12

FPI

FAJAR.CO.ID, MAKASSAR — Front Pembela Islam (FPI) Sulsel ikut merespons kabar dibubarkannya FPI oleh pemerintah pusat melalui Kemenko Polhukam.

Jubir FPI Sulsel, Muhamad Abduh Rachman menganggap hal itu sebagai suatu bencana untuk FPI. Pasalnya, selama ini FPI selalu mengambil peran membantu masyarakat saat dibutuhkan. Seperti banjir baru-baru ini.

“Pertama saya ucapkan, innalilahi wa innailaihi rojiun sesungguhnya ini adalah musibah, bahwa pemerintah melalui medsos dan berita online mengenai pembubaran FPI,” ucap Rahman, Rabu (30/12/2020).

Terkait sikap ke depan, pihaknya masih menunggu perintah dari FPI pusat. Apakah akan protes atau legowo dengan keputusan dari pemerintah mengenai pembubaran itu.

“Kalau saya kita tunggu dulu musyawarah teman teman dan menunggu menunggu sikap resmi FPI pusat karena kita satu komando apakah legowo atau protes,” tuturnya.

Lebih jauh, Rahman menyesalkan pembubaran ini. Pasalnya kasus penembakan terhadap 6 laskar FPI belum menemui titik terang.

“Makanya kita ini negara hukum harus menyampaikan aspirasi. Ini musibah, kita yang ditembak kita yang dibubarkan. Nanti di akhirat dibalas,” pungkasnya.

Sebelumnya, Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum, dan Keamanan Mahfud MD, menegaskan, FPI sejak 21 Juni 2019 secara dejure telah bubar sebagai organisasi masyarakat (ormas).

Tetapi, kata Mahfud MD, sebagai organisasi FPI tetap melakukan aktivitas yang melanggar ketertiban, keamanan, “Dan bertentangan dengan hukum, seperti tindak kekerasan, sweaping atau razia secara sepihak, provokasi,” kata Mahfud MD.

Komentar