Hadapi Pandemi Covid-19, Begini Kiat Para Pelaku Usaha Klinik Kecantikan

Rabu, 30 Desember 2020 09:14

ANTISIPASI: Petugas klinik kecantikan mengecek suhu pelanggan yang akan menjalani perawatan. (Azami Ramadhan/Jawa Pos)

FAJAR.CO.ID,SURABAYA– Membaiknya banyak sektor usaha pada masa pandemi juga menghampiri klinik kecantikan.

Penerapan protokol kesehatan yang ketat dan kebutuhan untuk perawatan kulit membuat banyak pasien kembali melakukan rutinitas pengecekan kulit dan perawatan.

Sudah bukan rahasia lagi bahwa semua sektor usaha terkena dampak pandemi. Terlebih di awal-awal pademi menyerang pada Maret-Mei. Namun, penerapan protokol kesehatan pada masa new normal ternyata membawa dampak yang cukup signifikan. Salah satunya klinik kecantikan. Leni Kumalasari, CEO klinik kecantikan di Jalan Mayjen Sungkono, menuturkan bahwa sejak pertengahan tahun kliniknya mulai membaik.

”Sekitar Juni-Agustus itu mulai beranjak naik. Mungkin karena Idul Fitri juga, banyak orang yang ke klinik lagi,” jelasnya.

Kemudian, begitu memasuki September hingga sekarang, peningkatan semakin baik lagi. ”Bahkan melebihi Januari-Februari waktu sebelum pandemi,” tambahnya.

Keluhan yang dialami pasien pada masa pandemi ternyata memiliki banyak kesamaan. Mulai maskne (mask acne) atau jerawat yang muncul karena sering memakai masker, jerawat yang disebabkan penggunaan home care product yang kurang tepat karena lebih memilih yang dijual bebas tanpa tahu kebutuhan kulit, hingga hiperpigmentasi karena seringnya berjemur.

Namun, membaiknya omzet di klinik kecantikan tentu diimbangi dengan kenyamanan dan keamanan yang disediakan. Sebab, pandemi belum berakhir hingga sekarang.

Leni menceritakan, protokol kesehatan yang diterapkan cukup ketat. ”Jadi, sebelum melakukan perawatan atau konsultasi, kita ada beberapa langkah dulu. Semua pasien yang masuk kita sediai dispossable APD untuk dipakai selama treatment,” jelasnya.

Bagikan berita ini:
9
7
7
Tetap terhubung dengan kami:

Komentar