Konferensi Pers FPI Dilarang, Kuasa Hukum: Itu Hak Setiap Warga Negara

Rabu, 30 Desember 2020 21:32

Aparat menurunkan semua atribut FPI di maskas FPI di Petamburan, Jakarta Pusat, Rabu (30/12/2020). Foto JawaPos.com

FAJAR.CO.ID, JAKARTA – Sedianya Front Pembela Islam (FPI) menggelar konferensi pers di markas FPI di Petamburan, Jakarta Pusat, Rabu (30/12/2020).

Konferensi pers itu dilakukan untuk menyikapi langkah pemerintah yang membubarkan ormas besutan Habib Rizieq Shihab itu. Namun rencana itu dilarang oleh aparat keamanan.

Angggota tim kuasa hukum FPI, Sugito Atmo Prawiro pun mengaku heran dengan pelarangan tersebut.

“Saya tidak tahu kenapa menjadi sangat ketat begini, padahal konferensi pers terkait pembubaran FPI,” kata Sugito di lokasi.

Sugito menyebut, FPI memiliki hak untuk menyampaikan suara terkait SKB pembubaran dan pelarangan kegiatan serta atribut FPI.

“Itu kan hak DPP FPI untuk menyikapi, untuk menyampaikan. Namun ini sampai tidak diperbolehkan,” ujarnya.

Karena itu, pihaknya pun menyesalkan pelarangan konferensi pers yang dilakukan oleh aparat itu.

“Padahal hak untuk menyampaikan pendapat itu adalah hak setiap warga negara,” tandasnya.

Untuk diketahui, usai resmi dibubarkan, polisi dan TNI langsung mendatangi markas FPI di Petamburan, Jakarta Pusat.

Di lokasi tersebut, aparat keamanan membersihkan semua atribut FPI, tanpa terkecuali.

Mulai dari spanduk, banner hingga baliho yang berkaitan dengan FPI ditertibkan oleh aparat gabungan.

Penertiban menyusul pengumuman dari pemerintah soal pembubaran ormas pimpinan Ahmad Sobri Lubis tersebut.

Kapolres Metro Jakarta Pusat, Kombes Heru Novianto menyatakan, langkah ini dilakukan merujuk pada SKB 220/47/90.

“Bahwa kegiatan FPI mulai hari ini tidak boleh dilakukan, baik banner, pamflet, atribut yang ada sudah kita lepas semua,” ujarnya di lokasi.

Bersamaan dengan langkah tegas itu, petugas juga mengamankan sejumlah orang.

“Ada sekitar tujuh orang dibawa ke Polda,” kata Heru Novianto di lokasi.

Kendati demikian, Heru membantah bahwa tujuh orang tersebut ditangkap.

“Pemuda kami amankan dan kami tanya identitasnya, apakah orang Petamburan atau bukan.”

“Kami amankan, tidak ada istilah penangkapan, baru mendata saja,” jelasnya.

Selain membersihkan kawasan tersebut dari berbagai atribut, polisi juga melarang agenda konferensi pers yang akan digelar FPI.

Diketahui, Sekum DPP FPI, Munarman menyebarkan agenda konferensi pers kepada wartawan mengenai sikap FPI usai dibubarkan.

Agenda tersebut dijadwalkan pukul 16.45 WIB di Sekretariat DPP FPI, Jalan Petamburan 3, Jakarta Pusat.

Heru pun menegaskan bahwa pelarangan konferensi pers itu lantaran FPI sudah tidak memiliki izin.

“Tidak boleh, karena mereka sudah tidak ada kewenangan lagi dan tidak ada legal-nya lagi, artinya tidak boleh kita izinkan,” tegasnya.(ruh/pojoksatu)

Komentar