Ni’matullah: Penanganan Jenazah Covid-19 Model WHO di Luar Logika Normal

Rabu, 30 Desember 2020 21:23

Ni'matullah

“Jika memang dokter peka, begitu orang itu meninggal ambil dropletnya atau cairan liurnya lalu simpan di laboratorium. Dua jam kemudian ambil lagi cairan tubuhnya. Kemudian itu diteliti, berapa jam virus itu aktif ketika orang sudah meninggal,” gumamnya.

Menurut logikanya, jika virus yang sebelumnya ada pada jenazah penderita covid-19 akan musnah dengan sendirinya karena tidak ada sel inang yang dihinggapi. Virusnya akan mati jika lama tidak masuk ke inang yang baru.

“Dalam pelajaran biologi dasar, virus itu tergantung inang. Kalau inangnya tidak aktif, maka dia juga tidak aktif. Karena virus itu bukan benda hidup. Perkiraan saya 4 jam. Itu sudah mati virusnya,” jelas Ketua Partai Demokrat Sulsel itu.

“Karena teorinya, jika virus itu menempel di benda mati, 2-4 jam akan mati. Anggaplah virus di jenazah, mati setelah 6 jam. Bikin lah protokol setelah 7 jam meninggal, setelah pemulasaran, disemprot disinfektan, boleh diambil itu jenazah oleh keluarganya. Kalau ini kan, tidak. Instruksi WHO diikuti mentah-mentah tanpa verifikasi,” lanjutnya, lugas.

Bagikan berita ini:
7
1
1
Tetap terhubung dengan kami:

Komentar