Sulsel Bakal Tambah RS Rujukan Covid-19

Seorang peserta Swab Massal di pelataran parkir Masjid Al Markaz berusaha menahan takut ketika akan diambil sample dihidung Selasa, 29 September. Swab Massa ini diadakan oleh Gugus Tugas Covid-19 Sulsel dan Kota Makassar yang diikuti 12 kelurahan. Bagi peserta yang hamil disiapkan mobil PCR dilokasi. TAWAKKAL/FAJAR

FAJAR.CP.ID, MAKASSAR — Gubernur Sulsel Nurdin Abdullah menjelaskan meskipun tingkat keterisian ICU di beberapa provinsi salah satunya Sulawesi Selatan cenderung meningkat, namun tingkat kesembuhan di Sulawesi Selatan cukup tinggi.

Kata dia, berdasarkan data Satgas per 27 Desember 2020, akumulasi kasus kesembuhan di Sulsel minggu lalu sebanyak 804 kasus dan minggu ini sebanyak 4.003 kesembuhan. Sehingga pihaknya berharap dengan fasilitas ICU yang ada masih cukup untuk mengakomodir kebutuhan para pasien.

“Untuk pengadaan rumah sakit darurat sejauh ini belum dirasa perlu. Karena kita kan memiliki sejumlah rumah sakit penyangga yang dapat diperbantukan apabila rumah sakit Covid penuh,” tambahnya.

Batasi WNA

Nurdin Abdullah juga mendukung kebijakan pembatasan WNA masuk ke indonesia. Apalagi, di tengah maraknya pekembangan kasus varian baru Covid-19. Upaya yang dilakukan pusat menurutnya sudah tepat.

“Jangan sampai kita kecolongan. Saya kira tepat sekali pemerintah untuk secara selektif menerima orang-orang dari luar,” jelas eks bupati Bantaeng dua periode tersebut.

Termasuk, kata dia, untuk Sulsel bagaimana menjaga supaya warga tidak terjangkit virus korona varian baru. “Kita akan menjalankan apa pun perintah pemerintah pusat untuk mem-protect wilayah masing-masing,” tambahnya. (fik-ful/rif-zuk)

Komentar


KONTEN BERSPONSOR