Sulsel Sumbang Kesembuhan Tertinggi Covid-19

Rabu, 30 Desember 2020 10:39

Nurdin Abdullah

FAJAR.CO.ID,MAKASSAR– Tren peningkatan kasus Covid-19 perlu diwaspadai usai libur Natal dan tahun baru. Terutama mengantisipasi kapasitas rumah sakit.

Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin mengatakan ada tren kenaikan kasus pascalibur panjang. Ini terjadi akibat mobilitas penduduk yang meningkat. Akibatnya, terjadi lonjakan pasien yang dirawat di rumah sakit.

Menurutnya, ada enam provinsi memiliki riwayat kenaikan kasus setelah liburan panjang selesai. Seperti DKI Jakarta, Jawa Barat, Jawa Tengah, DIY, Jawa Timur, dan Sulsel.

“Kondisi keterisian tempat tidur isolasi di beberapa provinsi sudah melampaui batas aman 70 persen,” bebernya saat menggelar konferensi pers, Selasa, 29 Desember.

Keterisian tempat tidur isolasi di DKI Jakarta sudah 85 persen, Jawa Barat 80 persen, Jawa Tengah 79 persen, DI Yogyakarta 81 persen dan Jawa Timur 74 persen. “Sulawesi Selatan masih sedikit di bawah 64 persen,”ungkapnya.

Sementara keterisian ruang Intensive Care Unit (ICU) rumah sakit di beberapa provinsi besar juga dalam tren meningkat. Bahkan ada yang telah melampaui batas aman 70 persen. Seperti DKI Jakarta 78 persen, Jabar 78 persen, DIY 72 persen. Jatim masih 65 persen, Jateng 58 persen, dan Sulsel 38 persen.

“Kemenkes sudah berbicara dengan sejumlah gubernur ingin memastikan rumah sakit kita siap. Ranjang cukup, SDM siap dan sebagainya. Ini perlu dipersiapkan,” beber Budi.

Budi Gunadi Sadikin menuturkan ada pengalaman dari lonjakan kasus pasca-liburan sebelumnya. Lonjakan biasa timbul setelah 10 hingga 14 hari pasca-liburan panjang. Bila liburan selesai 1 Januari, lonjakan diprediksi 16 atau 18 Januari.

“Makanya, seluruh infrastruktur kesehatan di kota-kota yang risikonya tinggi mesti siap. Maka diminta saat ingin masuk kerja, sebaiknya bekerja dari rumah dahulu. Kita mengurangi mobilitas bergerak 5-10 hari. Cukup membantu menekan lonjakan,” tuturnya.

Sesuai data Kemenkes, ada beberapa kabupaten/kota di enam provinsi yang membutuhkan intervensi khusus. Salah satunya, Makassar. Tempat tidur ruang isolasi di Makassar sudah di atas angka aman, 71 persen.

Sementara tempat tidur ICU relatif aman di posisi 48 persen dari kapasitas.Sesuai peta zonasi risiko Covid-19 per 27 Desember, tak ada lagi kabupaten/kota di Sulsel masuk zona merah. Namun, mayoritas berada di zona oranye. Hanya ada Parepare dan Tana Toraja berada di zona kuning.

Gubernur Sulsel Nurdin Abdullah menjelaskan meskipun tingkat keterisian ICU di beberapa provinsi salah satunya Sulawesi Selatan cenderung meningkat, namun tingkat kesembuhan di Sulawesi Selatan cukup tinggi.

Kata dia, berdasarkan data Satgas per 27 Desember 2020, akumulasi kasus kesembuhan di Sulsel minggu lalu sebanyak 804 kasus dan minggu ini sebanyak 4.003 kesembuhan. Sehingga pihaknya berharap dengan fasilitas ICU yang ada masih cukup untuk mengakomodir kebutuhan para pasien.

“Untuk pengadaan rumah sakit darurat sejauh ini belum dirasa perlu. Karena kita kan memiliki sejumlah rumah sakit penyangga yang dapat diperbantukan apabila rumah sakit Covid penuh,” tambahnya. (FJR)

Bagikan berita ini:
10
6
2
Tetap terhubung dengan kami:

Komentar