Aktivis Buruh Non Muslim: Kezaliman Seperti Ini Hanya Membuat HRS dan FPI Makin Dicintai Masyarakat

Kamis, 31 Desember 2020 18:26

Iyut VB saat bertemu dengan HRS di Petamburan.

FAJAR.CO.ID — Pemerintah resmi membubarkan Organisasi Front Pembela Islam (FPI) dan melarang segala bentuk aktivitasnya.

Aktivis buruh, Iyut VB, ikut menyayangkan sikap pemerintah yang mengumumkan pembubaran itu tanpa melalui proses pengadilan.

“Hari ini FPI telah resmi dibubarkan oleh negara secara brutal tanpa proses peradilan. Kini FPI telah menjadi puing-puing,” tulis Iyut dikutip akun twitternya, Kamis (31/12/2020).

Iyut yang merupakan non muslim ini, diketahui selama ini ikut bersuara membela Habib Rizieq Shihab. Dia mengaku ikhlas menerima putusan pemerintah untuk membubarkan FPI.

Dia yakin, ada begitu banyak orang yang mencintai FPI dan bersedia bangkit kembali.

“Gak apa-apa, gue haqqul yaqin begitu banyak orang mencintai FPI dan siap membangun kembali walau dari puing-puing sekalipun. Gw siap ikut bangun kembali FPI,” katanya.

Dia menilai, pengumuman pembubaran itu di hari meninggalnya Presiden Abdurraham Wahid atau Gus Dur, 30 Desember 2009. Iyut menilai, seolah telah dipaksakan pemerintah.

“Waktu pembubarannya seperti dipaksakan sesuai tanggal dan bulan meninggalnya seorang mantan presiden agar seolah-olah terlihat seperti hukum tabur tuai alias karma. Kalau benar demikian yah dagelan betul,” katanya.

Lebih jauh, pemeluk Protestan ini menilai, sejauh ini FPI kerap mendapat diskriminasi. Mulai dari 6 anggotanya dibunuh, pimpinannya dipenjara, dan kini dibubarkan.

“Anggota dibunuh, pemimpin dipenjara, sekarang dibubarkan paksa tanpa pengadilan. Kesewenang-wenangan-ketidakadilan-kezaliman seperti ini hanya akan membuat HRS dan FPI semakin besar dan dicintai masyarakat. Tuhan beserta HRS dan FPI,” katanya.

Iyut merupakan pemeluk protestan. Dia termasuk penentang terhadap gerakan-gerakan Islamophobia di Indonesia. Pada November kemarin, saat Habib Rizieq kembali dari Arab Saudi, Iyut diberi kesempatan bertemu Habib Rizieq di Petamburan Jakarta Barat.

Iyut, dalam akun Twitternya, bercerita bahwa ia awalnya tidak tahu akan diajak ke kediaman Habib Rizieq pada Rabu (11/11/2020) lalu.

Di hadapan Habib Rizieq dan umat Islam saat itu, Iyut mengaku dulunya ia sebagai salah satu pioneer Islamphobia khususnya di jagat Twitter. Namun, belakangan ia paham bahwa Islamphobia adalah tindakan yang tidak benar.

Ia juga beberapa kali menyampaikan di akun Twitternya, tentang keprihatinannya terhadap ‘serangan-serangan’ atau tindakan menyudutkan terhadap umat Islam.

Sementara itu, tidak menunggu waktu lama bagi kader organisasi Front Pembela Islam (FPI) setelah dibubarkan pemerintah, sejumlah pengurus FPI langsung bergerak mendeklarasikan Front Persatuan Islam yang juga disingkat FPI. Deklarasi itu tertuang dalam siaran pers yang tersebar pada Kamis (31/12/2020). (fin)

Komentar