Pemerintah Akan Tiadakan Rekrutmen Guru PNS

Kamis, 31 Desember 2020 09:31
Belum ada gambar

Ilustrasi guru honorer

“Setara, hanya bedanya kalau PNS mendapatkan (tunjangan) pensiun, PPPK tidak mendapatkan (tunjangan) pensiun,” terangnya.

Namun, lanjut Bima, BKN juga tengah mengupayakan untuk membicarakan persoalan itu kepada PT Taspen. Harapannya, PPPK pun bisa menerima tunjangan pensiun seperti PNS.

“Jadi kami sudah berdiskusi dengan PT Taspen, jika memang PPPK ingin, maka bisa dipotong iuran pensiunnya. Sehingga berhak juga mendapatkan tunjangan pensiun. Itu sedang dalam pembicaraan,” jelasnya.

Menanggapi kebijakan itu, Perhimpunan untuk Pendidikan dan Guru (P2G) menilai, bahwa rencana pemerintah meniadakan rekrutmen guru PNS mulai 2021 berpotensi menyalahi aturan. Khususnya, Undang-Undang Nomor 5 Tahun 2014 tentang Aparatur Sipil Negara (ASN).

“Dalam UU tersebut disebutkan, ada dua macam kategori ASN, yakni PNS dan PPPK. Jika pemerintah pusat hanya membuka PPPK, maka kami memertanyakan mengenai nasib rekrutmen guru PNS,” kata Kabid Advokasi Guru P2G Iman Z Haeri.

Iman juga mempertanyakan, mengapa hanya profesi guru yang tidak dibuka rekrutmen PNS. Sedangkan, profesi lain seperti dosen, analis kebijakan, dan dokter masih dibuka lowongan PNS.

“Ini keputusan yang sangat tidak berkeadilan dan melukai para guru honorer dan calon guru,” ujarnya.

Menurut Iman, selain berpotensi menyalahi UU ASN, P2G menilai ada dugaan kuat pemerintah pusat ingin lepas tanggung jawab dari kewajiban untuk mensejahterakan guru.

Bagikan berita ini:
5
5
4
Tetap terhubung dengan kami:

Komentar