Refly Harun Ingin Dengar Pemerintah Bubarkan Partai yang Kadernya Banyak Terlibat Korupsi

Refly Harun (YouTube)

FAJAR.CO.ID, JAKARTA– Pakar hukum tata negara Refly Harun menyentil sikap pemerintah yang memutuskan secara resmi untuk membubarkan organisasi Front Pembela Islam (FPI).

Refly Harun mengatakan, dirinya ingin mendengar pemerintah untuk membubarkan salah satu partai yang kadernya banyak berperilaku korupsi yang dianggapnya sebagai kejahatan luar biasa.

Meski tidak menyebut nama Partai tersebut, namun menurut Refly, Partai itu memiliki banyak kader yang terlibat korupsi.

“Ingin sekali saya mendengar, karena partai nganu kader-kadernya terlibat korupsi yang merupakan xtraordinary crimes (kejahatan luar biasa), pemerintah memutuskan membubarkan partai nganu!! (belajar logika hukum). Salam,” tulis Refly Harun di akun twitternya, Kamis (31/12).

Lebih lanjut dia menjelaskan, pemerintah tidak bisa melarang sebuah organisasi seperti FPI tanpa ada alasan yang jelas. Sebab, sejak kedatangan Habib Rizieq Shihab, FPI justru yang paling banyak dirugikan

“Tentu pelarangan sebuah organisasi ada alasannya. Kita tidak tahu apa alasan melarang FPI. Karena kedatangan Habib Rizieq Shihab sampai sekarang, justru FPI banyak dirugikan. Kehilangan 6 laskarnya, Habkb Rizieq dijadikan tersangka dan lain sebagainya,” kata mantan komisaris Pelindo II ini.

“Pembubaran sebuah organisasi seperti FPI yang sudah eksis sejak tahun 1998, tentu tidak boleh sembarangan,” sambungnya.

Sebelumnya, sejumlah kader organisasi Front Pembela Islam (FPI) resmi mendeklarasikan Front Persatuan Islam yang juga disingkat FPI. Deklarasi itu tertuang dalam siaran pers yang tersebar pada Kamis (31/12).

Komentar


KONTEN BERSPONSOR