Tak Ingin Bergejolak, Polisi Minta Kader FPI di Sulsel Tenang dan Patuhi Keputusan Pemerintah

Kamis, 31 Desember 2020 20:37

Ilustrasi ormas FPI-- istimewa

FAJAR.CO.ID, MAKASSAR – Pembubaran Front Pembela Islam (FPI) oleh pemerintah resmi telah dilakukan. Namun agar keputusan ini tidak bergejolak, kader ormas ini pun diminta patuhi keputusan itu.

Hal itu disampaikan oleh Kapolda Sulsel, Irjen Pol Merdisyam kepada sejumlah wartawan. Perwira tinggi dua bintang ini bilang, pihaknya pun melakukan langkah preventif hingga represif agar tidak terjadi gejolak.

“Saya yakin sekali dengan rekan-rekan FPI yang ada di sini (Sulsel) memahami keputusan tersebut dan akan menaati,” ujar Merdisyam, Kamis (31/12/2020).

Apalagi selama ini, lanjut Irjen Merdi, hubungan emosional antara polisi dan FPI Sulsel harmonis. Tidak ada kabar perselisihan antara keduanya semenjak kasus Habib Rizieq Shihab mulai ramai dibahas.

“Kita lihat selama ini kan, hubungan kita (dengan FPI) dan komunikasi kita berjalan dengan baik dan pada tataran saling memahami dan mengerti,” beber jebolan Akpol 1991 ini.

Sekadar diketahui, pemerintah resmi membubarkan organisasi Front Pembela Islam (FPI) pada Rabu (30/12/2020). Segala bentuk aktifitas FPI juga dilarang karena dianggap ilegal.

Hal ini ditegaskan oleh Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum, dan Keamanan, Mahfud MD dalam konferensi Pers, Rabu (30/12/2020).

“Pemerintah melarang aktivitas FPI dan akan menghentikan setiap kegiatan yang akan dilakukan karena FPI tak lagi mempunyai legal standing baik sebagai ormas maupun sebagai organisasi biasa,” kata Mahfud MD.

Komentar