Ujang Komarudin: Bisa Saja Kalau FPI Tak Dibubarkan, akan Besar dan Menjadi Ancaman Pemerintah

Kamis, 31 Desember 2020 09:49

Direktur Indonesia Political Review Ujang Komaruddin-- dok jawa pos

FAJAR.CO.ID, JAKARTA – Pengamat politik Ujang Komarudin angkat bicara terkait langkah pemerintah yang membubarkan Front Pembela Islam (FPI).

Akan tetapi, Ujang enggan memastikan apakah lahkah itu tepat atau tidak.

“Soal tepat atau tidak, itu pemerintah yang tahu. Jika mengacu pada versi pemerintah, mereka tentu akan mengatakan tepat,” katanya kepada jpnn.com, Rabu (30/12/2020).

Hanya saja, Direktur Eksekutif Indonesia Political Review (IPR) ini meyakini, pemerintah mempunyai pertimbangan kuat sebelum membubarkan ormas Habib Rizieq Shihab itu.

“Baik itu pertimbangan secara hukum, maupun secara politik,” ujar Ujang.

Pertimbangan hukumnya, bisa jadi sesuai yang dikatakan oleh pemerintah, sudah tak terdaftar sejak 2019 lalu dan dianggap mengganggu keamanan.

“Pertimbangan politiknya, bisa saja kalau FPI tak dibubarkan, akan menjadi besar dan itu akan menjadi ancaman pemerintah di kemudian hari,” ulas Dosen di Universitas Al Azhar Indonesia ini.

Untuk diketahui, pemerintah resmi membubarkan FPI per 30 Desember 2020.

Pembubaran itu tertuang dalam Surat Keputusan Bersama Mendagri, Menkumham, Menkominfo, Jaksa Agung, Kapolri, Kepala BNPT Nomor 220-4780 Tahun 2020 Nomor M.HH-14.HH05.05 Tahun 2020, Nomor 690 Tahun 2020, Nomor 264 Tahun 2020, Nomor KB/3/XII/2020, Nomor 320 Tahun 2020 Tentang Larangan Kegiatan Penggunaan Simbol dan Atribut Serta Penghentian Kegiatan FPI.

Menko Polhukam Mahfud MD menyatakan, ormas milik Rizieq Shihab itu sudah tidak memiliki legal standing lagi.

Komentar