Amien Rais Sebut Bangunan Demokrasi Dihabisi, Ferdinand: Ada yang Takut Gitu?

Jumat, 1 Januari 2021 20:14

Amien Rais (YouTube)

FAJAR.CO.ID, JAKARTA – Mantan Ketua MPR Amien Rais geram atas keputusan pemerintah melarang seluruh aktivitas dan penggunaan atribut Front Pembela Islam (FPI).

“Saya melihat ini sebuah langkah politik yang memang menurut saya itu menghabisi bangunan demokrasi kita,” ujar Amien dikutip dari akun Youtube Amien Rais Official, Jumat (1/1).

Dirinya mengutip poin e Surat Keputusan Bersama (SKB) 6 menteri dan kepala lembaga tentang larangan kegiatan, penggunaan simbol dan atribut serta penghentian kegiatan Front Pembela Islam.

Poin tersebut memuat data soal keterlibatan pengurus dan/atau anggota FPI maupun yang pernah bergabung dengan FPI dalam tindak pidana terorisme dan umum.

Berdasarkan data yang dimuat dalam poin e SKB tersebut, dikatakan sebanyak 35 pengurus dan/atau anggota maupun yang pernah bergabung dengan FPI terlibat tindak pidana terorisme, 29 di antaranya telah dijatuhi pidana.

Poin yang sama juga menyebut 206 dan/atau anggota maupun yang pernah bergabung dengan FPI terlibat tindak pidana umum dengan 100 di antaranya telah dijatuhi pidana.

Amien berkesimpulan, poin e dalam SKB tersebut juga mengkategorikan enam anggota laskar FPI yang tewas dalam insiden di KM 50 Tol Jakarta-Cikampek beberapa waktu lalu sebagai teroris.

“Mereka (pemerintah) dengan menimbang ini (poin e SKB) langsung menyimpulkan bahwa 6 laskar FPI oleh mereka itu juga termasuk geng teroris,” kata Amien.

Komentar