Bubarkan FPI Lalu Kaitkan dengan Teroris, Dosen UNJ: SKB-nya Salah Fatal

  • Bagikan

Sebagai seorang akademisi, Ubedilah mengaku memahami metodologi ilmiah. Sehingga, ia pun menanyakan validitas data tersebut.

Apalagi, soal FPI sudah menjadi konsumsi publik. Sehingga harus dijelaskan bagaimana para teroris yang telah ditangkap tersebut punya hubungan dengan FPI.

“Kalau hanya asumsi lalu disimpulkan beririsan dengan FPI ini kesalahan fatal,” tegas Ubedilah.

“Berapa banyak anggota FPI itu beririsan dengan ormas NU,” katanya.

“Secara geneologi fiqih ibadah, tareqot, dan tradisinya, anggota FPI itu banyak beririsan dengan NU. Mereka tahlilan, qunut, marhabanan, yasinan dan lain lain,” katanya.

“Lalu apakah bisa saya simpulkan bahwa FPI itu NU dan karenanya terkoneksi dengan teroris? Kesimpulan yang kesalahannya fatal bukan?” papar Ubedilah.

Dengan demikian, jika keputusan penting negara dibuat berbasis data yang tidak valid, dikhawatirkan akan membuat Indonesia berantakan.

“Saya khawatir data yang tidak valid itu dianalisis dan disimpulkan, apalagi oleh Jokowi dan Mahfud MD,” jelasnya.

“Loh kok Jokowi disebut? Yang jelas di atasnya Mahfud MD itu ada Presiden. Betapa bahayanya sebuah keputusan negara bersumber dari data atau analisis yang keliru. Maaf, bukankah ini salah fatal Mas Presiden?” pungkas Ubedilah.(rmol/pojoksatu)

  • Bagikan