Demokrasi Dinilai Mundur di Era Jokowi, Ferdinand: Perasaan Fadli Zon Saja

Jumat, 1 Januari 2021 13:30

Mantan politikus Partai Demokrat Ferdinand Hutahaean. (@FerdinandHaean3/Twitter)

FAJAR.CO.ID, JAKARTA – Mantan politikus Partai Demokrat Ferdinand Hutahaean menanggapi refleksi akhir tahun Wakil Ketua Dewan Pembina DPP Partai Gerindra Fadli Zon soal kemunduran demokrasi di era Presiden Joko Widodo (Jokowi).

Menurut Ferdinand, kemunduran demokrasi tersebut hanya sebatas perasaan Fadli Zon semata.

“Sy hrs nyatakan pendapat ttg kemunduran demokrasi ini hanyalah sbh perasaan dr seorang Fadli,” ujar Ferdinand dalam akun Twitter @FerdinandHaean3, Jumat (1/1).

Ia menyatakan, keberlangsungan politik dan demokrasi suatu negara tidak bisa diukur berdasarkan perasaan semata.

Menurutnya, kualitas politik dan demokrasi diukur berdasarkan fakta yang dirasakan masyarakat.

“Padahal politik dan demokrasi itu tdk diukur olh perasaan tp diukur olh fakta masyarakat,” sambungnya.

Sebagai contoh, ia menyoroti penunjukan Ketua Umum Partai Gerindra Prabowo Subianto sebagai Menteri Pertahanan serta penghargaan tanda kehormatan Bintang Mahaputera kepada Fadli Zon dari Jokowi sebagai fakta keberlangsungan demokrasi Indonesia yang berjalan dengan baik.

“Prabowo Menhan & Bintang Maha Putra yg sdr Fadli terima itu adlh fakta demokrasi berjalan baik,” ucapnya.

Sebelumnya, Fadli Zon memberikan 4 catatan buruk bagi pemerintahan Joko Widodo (Jokowi) sepanjang tahun 2020 terkait kualitas demokrasi yang dianggap semakin merosot.

Pertama menurut Fadli Zon, kekuasaan Jokowi menjadikan dua lembaga negara sebagai ikon demokrasi menjadi mandul. Yaitu Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) dan Mahkamah Konstitusi (MK).

Bagikan:

Komentar