Ferdinand Hutahaean: Pembubaran FPI Tidak Mencederai Demokrasi

Jumat, 1 Januari 2021 09:00

Mantan politikus Partai Demokrat Ferdinand Hutahaean. (@FerdinandHaean3/Twitter)

FAJAR.CO.ID, JAKARTA – Mantan politikus Partai Demokrat Ferdinand Hutahaean menilai keputusan pemerintah melarang Front Pembela Islam (FPI) tidak mencederai demokrasi seperti yang ditudingkan banyak pihak.

Menurutnya, demokrasi di Indonesia bisa berjalan dengan baik tanpa adanya intimidasi dari segelintir kelompok tertentu yang membuat rakyat takut bersuara.

“Pembubaran FPI sedikitpun tdk mencederai demokrasi yg ada dinegeri ini. Demokrasi berjalan dgn baik dan tdk ada intimidasi yg membuat rakyat takut berdemokrasi atau bersuara,” ujar Ferdinand dalam akun Twitter @FerdinandHaean3, Jumat (1/1).

Ia menambahkan, alih-alih mencederai demokrasi, pelarangan FPI merupakan bagian dari merawat bangsa.

Pelarangan itu juga dinilainya merupakan bentuk menjaga Indonesia dari ormas-ormas yang kerap melanggar aturan.

“Pembubaran FPI ini adlh bagian dr merawat kebangsaan, menjaga Indonesia dr ormas2 yg tdk taat aturan,” katanya.

Sebelumnya, sejumlah organisasi yang tergabung dalam Koalisi Masyarakat Sipil menyebut Surat Keputusan Bersama (SKB) enam menteri dan kepala lembaga soal pelarangan Front Pembela Islam (FPI) bertentangan dengan kebebasan berkumpul dan berserikat.

UU Nomor 16 Tahun 2017 tentang Ormas yang menjadi dasar SKB FPI dinilai secara konseptual bermasalah secara perspektif negara hukum.

“UU Ormas memungkinkan pemerintah untuk membubarkan organisasi secara sepihak tanpa melalui proses peradilan (due process of law),” bunyi keterangan koalisi yang diterima Kamis (31/12).

Komentar


VIDEO TERKINI