Pembunuhan Teller Bank , Niat Rampok saat Lihat Korban Sendiri

Jumat, 1 Januari 2021 09:30

Kapolresta Denpasar Kombes Jansen A Panjaitan saat mewancarai tersangka pembunuh telller Bank Mandiri Ni Putu Widiastiti, Putu AHP di Mapolresta Denpasar kemarin (Andre Sulla/Radar Bali)

FAJAR.CO.ID, BALI — Polisi akhirnya membuka terang benderang kronologis kejadian kasus perampokan dan pembunuhan yang menimpateller cantik Bank Mandiri Ni Putu Widiastiti, 24, Senin (28/12) lalu setelah berhasil menangkap pelaku Putu AHP, 14, di Pantai Penimbangan, Buleleng, kemarin dini hari.

Menurut Kapolresta Denpasar Kombes Jansen Avitus Panjaitan, kejadian tragis yang menimpa korban bermula ketika pelaku Putu AHP berjalan kaki menelusuri Gang Widura di Jalan Kertanegara, Denpasar Utara, Sabtu (26/12) lalu sekitar pukul 12.00 Wita.

Saat melintas di rumah nomor 24, pelaku melihat korban tengah sendirian. Dari sana timbul niat bocah ingusan itu untuk mencuri.

Niat itu kemudian dia wujudkan pada hari Minggu (27/12) dengan mengambil pisau dapur milik ibu tirinya berinisial Han, di kamar kosnya.

Setelah itu dia bergegas menuju rumah berlantai dua yang jaraknya kurang lebih 25 meter, atau timur kosan orangtua pelaku.

Lantaran belum terlalu larut, pelaku hanya lalu lalang di depan rumah korban sembari mengawasi situasi TKP.

Sekitar pukul 18.00, pelaku melihat korban hanya mengenakan pakaian dalam sedang berada di halaman belakang rumah lalu masuk ke lantai satu rumahnya.

Beberapa jam kemudian setelah melihat situasi gang dan TKP sepi, pelaku melompati pagar tembok bagian depan lalu masuk ke halaman rumah bagian depan.

Saat itu, Putu AHP bergegas masuk ke lantai satu dan bersembunyi di balik pintu kamar lantai satu. Sementara korban baru hendak masuk ke lantai satu dari pintu belakang.

“Saat itu pintu depan terkunci, sehingga si bocah ini memanjat dari jendela bagian depan yang saat itu sedang terbuka,” kata Kombes Jansen Avitus Panjaitan kemarin.

Korban kemudian naik tangga ke lantai dua. Melihat Ni Putu Widiastiti sudah berada di lantai dua, pelaku terus bersembunyi di balik pintu kamar.

Beberapa waktu kemudian, pelaku ikut naik ke lantai dua. Sesampainya di lantai dua, korban terlihat bermain handpone di depan kamar.

Saat itu, wanita berambut panjang ini sempat menaruh curiga seperti ada orang tak dikenal masuk ke dalam rumah dan berada persis di bagian belakannya.

Wanita kelahiran Sukawati ini, menurut pelaku dikutip Kombes Jansen, sempat kaget ketika membalikkan badan melihat ada bocah di belakangnya.

“Dari keterangan pelaku, korban berteriak maling, maling, kurang lebih 5 kali. Pelaku bergegas mendekati dan mendorong korbanke belakang hingga korban jatuh tersungkur di atas kasur. Pelaku sempat membekap mulut korban yang saat itu terus meronta,” beber Kombes Jansen.

Saat itu juga, bocah ini melakukan penganiayaan dengan menggunakan pisau yang sudah dibawa dari rumah.

Korban sempat melakukan perlawanan dengan merebut pisau yang dibawa pelaku dengan cara menusuk lengan kiri pelaku.

“Ya beda tenaga cewek dengan cowok walaupun pelaku ini bocah. Dari fisiknya dia memiliki tenaga yang kuat. Apalagi pekerjaan dia buruh kasar,” kata Kombes Jansen.

Setelah mengalami luka di bagian lengan, pelaku kembali merebut pisau dan menancapkannya ke tubuh korban hingga wanita tersebut lemas tak berdaya.

Sebelum meninggalkan korban yang tak berdaya, pelaku mengambil dua jaket milik karyawati bank ini. “Ada dua jaket, satunya dipakai untuk melilit bagian yang luka. Satunya lagi dipakai. Setelah itu, pelaku mengambil dompet dan uang Rp 200 ribu dan kunci motor korban,” bebernya.

Setelah beraksi menghabisi korban, pelaku Putu AHP turun ke lantai satu. Dia kemudian membawa kabur motor Honda Scoopy milik korban dan meninggalkan TKP. Tujuannya saat itu adalah kabur ke Singaraja.

(rb/dre/mus/JPR)

Komentar


VIDEO TERKINI