Anda Penerima Vaksin? Bisa Cek Via Online

Sabtu, 2 Januari 2021 11:30

Petugas laboratorium mengambil sempel pada vaksin eksperimental untuk Covid-19 di dalam laboratorium Ruang Budaya Sel yang difasilitas Biotech Sinovac di Kota Beijing, Cina. Setelah Wuhan, Hubei, Kota Beijig kembali digegerkan dengan merembertnya Virus Corona. (Foto: Nicolas Asfouri/Afp)

Hal senada disampaikan Juru Bicara Satgas Penanganan COVID-19, Wiku Adisasmito. Menurutnya, pada 2021 pemerintah akan memenuhi kebutuhan pelaksanaan vaksinasi.

Pemerintah, kata Wiku, juga mengikuti perkembangan pelaksanaan vaksinasi COVID-19 di negara lain. Termasuk Inggris, Amerika Serikat, dan Kanada yang melaksanakannya pada 2020 lalu.

“Pelaksanaan vaksinasi COVID-19 dilakukan secara bertahap. Tahap pertama vaksinasi pada kuartal pertama tahun 2021. Sasarannya adalah prioritas petugas kesehatan dan petugas pelayanan publik,” jelasnya.

Vaksinasi tahap kedua direncanakan April hingga Maret 2021. Sasaran utamanya adalah kelompok masyarakat di daerah dengan risiko penularan COVID-19 tinggi.

“Pemerintah menggunakan dua jalur dalam menyediakan vaksin. Yaitu mendapat pasokan vaksin melalui kerja sama bilateral dan multilateral serta mengembangkan vaksin Merah Putih,” terangnya.

Vaksin Merah Putih pada triwulan pertama 2021 akan diserahkan PT Bio Farma untuk diuji klinis dan praklinis. Sementara dari jalur bilateral dan multilateral, pemerintah telah menjalin kerja sama untuk mendapat pasokan vaksin dari perusahaan farmasi Sinovac, Novavax, Prfizer, dan AstraZeneca.

Presiden Joko Widodo sendiri juga telah memastikan pemerintah mengamankan sejumlah stok vaksin. “Indonesia telah mengamankan pasokan vaksin. Mulai dari Sinovac, Novavax, AstraZeneca, dan BioNTech-Pfizer,” tegas Jokowi melalui akun Twitter miliknya, @jokowi, Jumat (1/1).

Selain itu, untuk memulihkan ekonomi, pemerintah akan melanjutkan program perlindungan sosial. Mulai dari kartu sembako, bantuan sosial tunai, hingga Kartu Prakerja.

SPONSORSHIP

Komentar


VIDEO TERKINI