Berenang ke Tepian

Sabtu, 2 Januari 2021 08:52

Disway

Baru dua minggu lagi –setahun yang lalu– seorang dokter menemukan gejala aneh pada pasiennya. Apalagi setelah melihat hasil scan paru-paru pasien itu: belum pernah ada penyakit seganas itu.

Dokter itu pun mengingatkan teman-teman sejawat yang ada di satu grup Wechat-nya: ada virus misterius. Lalu ada anggota grup yang melakukan screen shoot dan mengirimkannya ke dokter di luar grup. Dalam sekejap beredar luas.

Dokter itu dipanggil polisi. Diinterogasi. Dianggap menyebarkan hoax yang menggelisahkan masyarakat. Dokter itu diberi sanksi.

Dokter itu sendiri akhirnya meninggal dunia karena tertular penyakit itu.

Ternyata ia yang benar. Penyakit berbahaya itu ada. Bukan hoax. Hanya belum tahu apa nama penyakit itu.

Pemerintah pusat pun turun tangan. Semua pejabat tinggi di Wuhan diberhentikan. Demikian juga gubernur provinsi Hunan, yang beribu kota di Wuhan.

Dua minggu kemudian Wuhan di-lockdown total. Dengan sebenar-benar lockdown. Tidak peduli bahwa hari itu tepat hari raya terpenting negeri itu: Imlek.

Lalu seluruh provinsi di lockdown. Kemudian seluruh negara.

Tiga bulan negeri itu sangat menderita. Kita ikut simpati. Kita membayangkan betapa parahnya keadaan di sana. Kita sampai kirim doa: Jia You Wuhan!

Semua pabrik tutup. Semua restoran tutup. Apa pun tutup –kecuali rumah sakit.

Ekonomi Tiongkok digambarkan seperti akan bangkrut.

Bagikan berita ini:
1
3
2
Tetap terhubung dengan kami:

Komentar