Drone Pengintai Diduga Milik Tiongkok di Selayar, Andi Rio: TNI Harus Lebih Maksimal

  • Bagikan

FAJAR.CO.ID, BONE -- Nelayan Asal Kepulauan Selayar, Saeruddin baru-baru ini membawa tangkapan jauh berbeda daei biasanya. Bukan ikan, melainkan ia menjaring sebuah benda yang mirip drone bawah air buatan Tiongkok.

Hal ini tentu menimbulkan pertanyaan tentang apakah Pemerintah Tiongkok secara diam-diam melakukan survei bawah air pada rute antara Laut China Selatan dan Samudra Hindia.

Jika benar, TNI Angkatan Laut (AL) dan Badan Keamanan Laut (Bakamla) harus lebih maksimal dalam mengawasi dan mengamankan wilayah Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).

"Drone itu diduga milik Tiongkok, saya meminta TNI AL dan Bakamla lebih maksimal dalam mengamankan wilayah laut pasca ditemukan drone ini di perairan Kepulauan Selayar," katanya Sabtu (2/1/2021).

Politisi Partai Golkar itu berharap Kementerian Luar Negeri (Kemenlu) bisa menyampaikan nota diplomatik ke pemerintah China. Kemudian harus koordinasi dengan Panglima TNI untuk menyikapi permasalahan ini.

"Sebagai kampung halaman di Sulsel tentu ini menjadi perhatian serius dan sangat berbahaya bagi keamanan NKRI. Sebab, itu drone merupakan drone pengintai yang masuk di perairan Indonesia," tegas Rio.

Jika melihat laporan pengguna Twitter @Jatosint dia membeberkan kemiripan kuat dengan Sea Wing UUV, desain yang dikembangkan dan diproduksi oleh Institut Otomasi Shenyang Akademi Ilmu Pengetahuan China (Chinese Academy of Sciences/CAS) milik negara dan telah digunakan setidaknya sejak 2014.

Sebuah drone bawah air tipe glider laut, Sea Wing bergerak maju di dalam air, dibantu oleh sayap dan ekornya, dengan berulang kali menyelam dan kemudian muncul kembali. Ia melakukan manuver ini menggunakan sistem internal, pada dasarnya balon yang mengembang dan berkontraksi saat minyak bertekanan bergerak masuk dan keluar, yang mengubah daya apungnya.

Dapatkan berita terupdate dari FAJAR di:
  • Bagikan