Prioritaskan Kelompok Beresiko, Sulsel Siapkan Data Penerima Vaksin

Sabtu, 2 Januari 2021 15:41

Ilustrasi Bio Farma segera memproduksi alat pendeteksi Covid-19, berupa Rapid Test berbasis Real Time Polymerase Chain Reaction (RT-PCR), yang dapat melakukan pemeriksaan SARS CoV2 (virus korona) atau Covid-19. (Humas Bio Farma/Antara)

FAJAR.CO.ID,MAKASSAR– Menyambut kedatangan vaksin di Provinsi Sulawesi Selatan, Pemerintah Provinsi (Pemprov) kini bersiap untuk melakukan pendataan klinis terhadap kelompok yang beresiko tinggi terpapar Covid-19.

Hal itu diungkapkan, Ketua Tim Konsultan Covid-19 Sulsel, Ridwan Amiruddin. Menurutnya pendataan klinis sudah sesuai dengan arahan Menteri Kesehatan (Menkes) perihal persiapan hal-hal yang mendukung pelaksanaan vaksinasi.

Dalam pendataan tersebut, pihaknya memprioritaskan yang memiliki potensi penyebaran Covid-19 tertinggi, seperti tenaga kesehatan dan lansia yang rentan, lantaran terdapat penyakit bawaan atau komorbit.

“Prioritas itu berdasarkan resiko. Petugas kesehatan tentu yang menjadi prioritas pelaksanaan vaksin karena sekarang kita lihat petugas kita semakin banyak yang terpapar covid, ini sangat mengkhawatirkan,” kata Ridwan.

“Jadi diharapkan petugas kesehatan yang pertama beserta pasien, kemudian kelompok berisiko selanjutnya termasuk komorbit,” sambungnya.

Kendati, Ridwan tak menampik soal kebutuhan vaksin yang tidak begitu mendesak. Pasalnya, ia menekankan kunci utama dalam menekan penyebaran Covid-19 adalah penerapan protokol kesehatan.

“Sebenarnya jauh lebih utama itu protokol kesehatan,” ungkapnya.

Meski demikian, tak dapat dipungkiri angka kasus terus mengalami peningkatan di Sulawesi Selatan. Dalam sehari, bahkan tercatat 300-500 orang yang terkonfirmasi positif Covid-19 berdasarkan hasil tracing dan testing.

Lebih jauh, ia mengaku pihaknya harus mempersiapkan beberapa hal yang mendukung vaksinasi termasuk Sumber Daya Manusia (SDM).

Komentar


VIDEO TERKINI