Tahun 2021 Jadi Momentum Persiapan Hadapi Puncak Bonus Demografi

Sabtu, 2 Januari 2021 15:03

ILUSTRASI

“Salah satu sisi positif UU Cipta Kerja, kalau kita bikin perusahaan mudah. Nggak perlu banyak modal. Kalau dulunya minimal Rp 50 juta, sekarang nggak ada,” ujarnya.

Berdasar survei BPS, pada 2030 nanti setidaknya terdapat tambahan 52 juta penduduk usia produktif yang membutuhkan lapangan pekerjaan. Sementara saat ini Indonesia masih dihadapkan pada persoalan regulasi yang menghambat penyediaan lapangan kerja dalam jumlah besar.

Mengutip salah satu data, sebut dia, saat ini ada 44 ribu aturan yang menghambat iklim investasi maupun dunia usaha. Reuglasi itu mulai dari perpres, perppu, PP, perda, pergub dan lainnya. Hal itu sangat menghambat orang yang ingin berusaha atau membuka lapangan kerja di Indonesia.

Di sisi lain, bonus demografi seperti pedang bermata dua. Bila tidak dipersiapkan lapangan pekerjaan, justru akan berdampak buruk di masa depan. “Bonus demografi ini kalau tidak hati-hati ini akan membawa malapetaka. Usia-usia produktif ini harus kita siapkan dengan baik,” tambahnya.

Dhaniswara menyebut, Indonesia masih memiliki pekerjaan rumah yang belum terselesaikan, yaitu kesenjangan sosial. Mengutip dari kajian TNP2K (Tim Nasional Percepatan Penanggulangan Kemiskinan), Indonesia masih berada di urutan keempat di dunia tentang kesenjangan sosial. “Kita masih di bawah Rusia, India, dan Thailand,” ungkapnya.

Sebelumnya, Menko Perekonomian Airlangga Hartarto mengatakan, peningkatan iklim bisnis dan investasi Indonesia adalah suatu keharusan untuk mendorong pemulihan ekonomi nasional.

Komentar