Angka Kematian di Luar Provinsi Sulsel Capai 7 Persen, Tim Konsultan: Sulsel Tertinggi Hanya 2,5 Persen

Minggu, 3 Januari 2021 21:21

Seorang peserta Swab Massal di pelataran parkir Masjid Al Markaz berusaha menahan takut ketika akan diambil sample dihidung Selasa, 29 September. Swab Massa ini diadakan oleh Gugus Tugas Covid-19 Sulsel dan Kota Makassar yang diikuti 12 kelurahan. Bagi peserta yang hamil disiapkan mobil PCR dilokasi. TAWAKKAL/FAJAR

FAJAR.CO.ID, MAKASSAR — Ketua Tim Konsultan Covid-19 Sulsel, Ridwan Amiruddin mengatakan secara global di Kawasan Eropa, sudah menghadapi serangan gelombang kedua dengan hadirnya virus varian baru. Namun untuk wilayah Indonesia, virus varian baru tersebut belum terdeteksi.

Hanya saja, ia menjelaskan untuk di Kawasan Asia justru telah lama mengalami penurunan terhadap serangan virus varian lama yaitu virus Covid-19. Sedangkan di Indonesia, lanjut Ridwan, masih mengalami peningkatan.

“Kawasan Asia masuk gelombang pertama menurun, tetapi Indonesia masih mengalami peningkatan di gelombang pertama,” ujarnya.

Ia membeberkan saat ini positivity rate Covid-19 Indonesia berada di angka 20 persen. Sementara Sulsel di angka 15-17 persen.

Kendati, dirinya mengaku bahwa terdapat sejumlah program yang memberi kontribusi dalam menekan laju penyebaran Covid-19, salah satunya program Duta Wisata Covid-19.

Kontribusi yang dimaksud yakni menekan jumlah kematian pasien Covid-19 di Sulsel yang angka tertingginya tercatat hanya mencapai 2,5 persen.

Ia mengklaim, apabila di provinsi lain angka kematiannya mencapai 7 persen, di Sulsel saat ini hanya 1,9 persen.

“Jadi luar biasa kontribusi Duta Covid-19 terhadap menekan pasien masuk ke rumah sakit. Sehingga yang masuk rumah sakit memang adalah yang bergejala berat dan kritis,” ungkapnya.

Ia juga menyampaikan bahwa angka testing Covid-19 di Sulsel berada di atas rekomendasi WHO. Tetapi, ia menekankan perlunya dilakukan tracing contact yang lebih luas dan lebih besar.

Komentar