Perusahaan Pengadaan Program 1.000 Sapi di Bontonompo Diduga Jual Bangkai

Minggu, 3 Januari 2021 10:31

Sapi betina yang mati diduga diperjualbelikan.

FAJAR.CO.ID, GOWA — Program super prioritas Kementerian Pertanian (Kementan), 1.000 Desa Sapi di Bontonompo, Kabupaten Gowa tercoreng. Perusahaan pengadaan sapi pada program tersebut, PT Tigariva Solusindo diduga menjual sapi yang telah mati alias bangkai.

Perbuatan melanggar tersebut dilakukan karena perusahaan tetap mau untung besar. Sapi-sapi yang mati di kandang penampungan diduga dijual ke pedagang dengan harga murah. Padahal bangkai tidak boleh dijual, dan tidak baik jika sampai dikonsumsi masyarakat.

Tindakan menjual bangkai tersebut diungkapkan salah satu petugas pada salah satu kandang, Balumbungang, di Bontonompo, Nyampa, Sabtu (2/1/2021). Menurut dia, sebenarnya sudah dua sapi yang mati khusus di kandang tempatnya bertugas.

“Sapi yang mati pertama kami kubur langsung di sini. Berikutnya ada mati lagi, Pak Bagus (koordinator penyedia barang) larang dikubur. Ia ambil menggunakan mobil,” kisahnya.

PT Tigariva Solusindo sendiri merupakan kontraktor asal Bandung. Perusahaan ini menjadi penyedia 500 ekor sapi khusus betina untuk lima kelompok penerima manfaat di Bontonompo, Kabupaten Gowa.

Sekitar sebulan lalu, PT Tigariva sudah mendatangkan sebanyak 414 ekor sapi dari Pulau Jawa. Dari sapi-sapi itulah, sudah ada sekitar sembilan ekor yang mati. Sebagian besar sapi-sapi mati itulah yang diduga dijual ke pedagang daging.

“Jelas dijual karena ada anggotanya Pak Bagus yang datang ambil menggunakan mobil pedagang daging,” lanjut Nyampa.

Komentar