Perusahaan Pengadaan Program 1.000 Sapi di Bontonompo Diduga Jual Bangkai

Minggu, 3 Januari 2021 10:31

Sapi betina yang mati diduga diperjualbelikan.

Koordinator pengadaan sapi dari PT Tigariva Solusindo, Bagus Novianto tidak menampik perbuatan melanggar tersebut. Dalam sebuah rekaman percakapan telepon, Bagus mengaku menjual bangkai sapi tersebut untuk menutupi biaya pakan sapi-sapi lainnya.

“Kami sudah rugi banyak, apalagi untuk biaya pakan. Makanya ini (jual bangkai) untuk tambah-tambah biaya pakan,” ujar Bagus dalam rekaman tersebut.

Sayangnya pernyataan Bagus tersebut berbeda dengan keterangan dari salah satu ketua kelompok penerima manfaat Program 1.000 Desa Sapi, Tiro. Menurutnya, sejak datang di kandang, sapi-sapi tersebut dibebankan kepada petani untuk pakannya. Kontraktor penyedia tidak pernah memberikan biaya untuk pakan. “Langsung kami yang beri makan (pakan),” singkatnya.

Sementara itu, Kepala Bidang (Kabid) Produksi dan Penyebaran Ternak, Dinas Peternakan dan Perkebunan Kabupaten Gowa, M Chaerul Azwar, mengatakan, sebenarnya sebelum dilakukan penyerahan secara resmi, persoalan pakan masih jadi tanggung jawab penyedia. Dalam hal ini PT Tigariva.

“Ini seharusnya bukan menjadi tanggung jawab peternak, karena belum diserahkan. Penyedia melanggar dalam hal ini,” jelasnya.

Terkait penjualan bangkai sapi, Azwar juga mengaku mengetahuinya. Ia bahkan ada di lokasi kandang saat Bagus menelepon, ingin mengambil sapi mati tersebut. Ketika itu, Azwar melarang karena ia sudah curiga bangkai tersebut akan dijual.

“Saya tidak izinkan waktu itu. Saya bilang, bisa diambil kalau mau dikubur dan itu harus diantar Babinsa langsung untuk melihat proses penguburan bangkai itu,” kisah Azwar.

Komentar