Ugal-ugalan Naik Motor Lalu Main Tikam, Pelaku Tak Sadar Ternyata Korbannya Polisi

Minggu, 3 Januari 2021 20:56

FAJAR.CO.ID, MAKASSAR – Wajah pria berinisial SMD, 42 tahun ini tampak lesu. Betapa tidak, dia baru saja dijebloskan ke sel tahanan pada awal tahun baru 2021 ini.

Dia terpaksa berhadapan dengan hukum karena menganiaya anggota polisi bernama Try Andika yang pulang usai melakukan pengamanan pada malam tahun baru 2021 kemarin.

Pelaku memukul korban dengan cara ditikam ke bagian kaki di wilayah Kecamatan Manggala, Makassar pada Jumat, (1/1/2021) pukul 03.00 Wita kemarin.

Hingga akhirnya pelaku ditangkap sehari pasca kejadian di rumahnya, kompleks BTN Ranggong, pada Sabtu (2/1/2021) pukul 01.00 Wita.

“Pelaku ditangkap saat tertidur pulas. Lalu dibawa ke Posko Resmob Polda Sulsel untuk dimintai keterangan lanjutan, berikut barang bukti sebilah badik. Korbannya anggota (polisi),” ungkap Supriyanto, Minggu (3/1/2021).

Dia menceritakan, awalnya korban baru saja pulang mengamankan malam tahun baru di wilayah hukum Polrestabes Makassar. Di perjalanan pulang, korban menegur pelaku.

Dia ditegur karena ugal-ugalan saat mengendarai sepeda motor. Tidak mau tinggal diam, pelaku pun mengeluarkan sebilah badik miliknya dan menikam korban saat itu juga.

“Pelaku melayangkan pukulan tapi korban menghindar sampai terjatuh. Nah disitulah pelaku ini menikam korban dengan badik dan mengenai kaki sebelah kiri,” jelas perwira satu melati ini.

Pelaku kabur dan meninggalkan korban yang sudah berlumuran darah. Beruntung ada warga sekitar yang menolong dan membawa korban Try ke rumah sakit.

“Korban dinas di jajaran Restabes Makassar. Dari informasi kondisinya agak pulih. Sudah dilakukan perawatan di RS Bhayangkara,” jelas dia.

Usai menjalani perawatan, korban pun membuat laporan dan Tim Resmob Polda Sulsel menangkap pelaku di rumahnya tanpa perlawanan.

Di lokasi penangkapan, sejumlah polisi berbadan kekar menemukan sebilah badik milik pelaku yang digunakan menikam korban Try.

“Pasal yang dipersangkakan yakni Pasal 351 dengan ancaman hukuman di atas lima tahun penjara,” tegas Kompol Supriyanto. (Ishak/fajar)

Komentar


VIDEO TERKINI