Abu Bakar Ba’asyir Bebas dari Penjara, Dirjen Pemasyarakatan Libatkan Densus 88

Senin, 4 Januari 2021 19:28

Terpidana kasus terorisme Abu Bakar Ba'asyir. (Istimewa)

FAJAR.CO.ID, JAKARTA – Terpidana kasus terorisme Abu Bakar bin Abud Ba’asyir alias Abu Bakar Ba’asyir bakal menghirup udara bebas pada 8 Januari 2021 mendatang.

Dirinya merupakan narapidana yang tengah menjalani masa pidana di Lapas Khusus Kelas IIA Gunung Sindur atas tindak pidana terorisme atau melanggar Pasal 15 jo. 7 Undang-Undang Nomor 15 Tahun 2003. Abu Bakar Ba’asyir divonis pidana penjara selama 15 tahun.

“Bahwa yang bersangkutan akan dibebaskan pada 8 Januari 2021 sesuai dengan tanggal ekspirasi atau berakhirnya masa pidana,” kata Kepala Bagian Humas dan Protokol Direktorat Jenderal Pemasyarakatan Rika Aprianti melalui keterangannya, Senin (4/1).

Rika menerangkan, dalam pembebasan Abu Bakar Ba’asyir, Direktorat Jenderal Pemasyarakatan bersinergi dengan Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT) serta Densus 88 Antiteror.

“Dan berkoordinasi dengan pihak keluarga dan pihak-pihak terkait,” terang Rika.

Pada Januari 2019 lalu, Abu Bakar Ba’asyir sempat akan dibebaskan oleh pemerintah setelah mendapatkan program asimilasi.

Namun rencana pembebasan Ba’asyir urung terjadi karena Menteri Koordinator Politik Hukum dan Keamanan saat itu, Wiranto, mengeluarkan pernyataan resmi yang menegaskan, pembebasan Ba’asyir membutuhkan pertimbangan dari sejumlah aspek terlebih dahulu.

Ba’asyir merupakan pendiri Jemaah Islamiyah dan pernah terkait berbagai aksi terorisme di Indonesia, salah satunya terlibat bom bali dan bom Hotel JW Marriot pada 2004.

Komentar