Catatan Kecil dalam Rangka Penyiapan Lahan Lanud Wamena

  • Bagikan

Sekadar diketahui, Tugas Pokok Koopsau III yang membawahi Wilayah Timur Indonesia, di antaranya; Kepulauan Nusa Tenggara, Maluku, dan Papua sebagai jembatan dan penghubung angkutan udara dalam rangka kemajuan dan percepatan pembangunan wilayah Timur Indonesia yang lebih khusus wilayah Papua, di mana Wamena merupakan pintu masuk dan sentral kegiatan di Pegunungan Tengah yang menopang 8 (delapan) kabupaten pemekaran.

Letkol Kal M Taha, SE

Peran Strategis Detasemen Wamena yang mulai dari awal hingga saat ini tidak dapat dipungkiri, betapa besar kontribusi dukungan angkutan udara melalui Pesawat Hercules, Boeing, maupun CN, guna mendukung percepatan pembangunan di wilayah Papua dan seluruh dropping material dan Logistik baik bahan pokok (bapok), bahan material (bama), dan dukungan angkut personel masyarakat sehingga masyarakat Papua betapa dekat dengan “Bapak Hercules”. Ke depan, “Bapak Hercules” bisa hadir di tengah masyarakat Papua, khususnya di Wamena sebagai sentral untuk menopang 8 kabupaten di Pegunungan Tengah.

Sejalan dengan ini, beberapa Tokoh Masyarakat maupun Tokoh Adat beraharap dan siap mengawal, penyiapan Lahan dan Apron Lanud Wamena agar dipercepat, di antaranya; Ketua DPRD Jayawijaya, Matius Kogoya, Wakil Ketua Kosai dan Heron Huby, Tokoh Pemuda, Fred Huby, maupun Ketua Gapensi Liber Wamo. Tak ketinggalan Tokoh Pendatang yang merupakan pengusaha di Papua maupun di Wamena, di antaranya Hamadi, H. Hamim, dan H. Karim.

Hingga saat ini, tim penyiapan lahan Lanud Wamena sudah bekerja maksimal dan sudah menemukan lahan utuk diajukan ke tingkat pusat. Bahkan Pangkoopsau III Marsda TNI Ir. Novyan Syamyoga, M.Sc, sudah mendapatkan Lampu Hijau dari Menteri Perhubungan dan segera ditindaklanjuti ke Dirjen Perhubungan Udara.

Dapatkan berita terupdate dari FAJAR di:
  • Bagikan