Guru tak Masuk CPNS, AGPAII: Pemerintah Tidak Peka

Senin, 4 Januari 2021 08:03

ILUSTRASI. Guru Honor

FAJAR.CO.ID, JAKARTA- Pemerintah berencana berhenti melakukan rekruitmen tenaga guru melalui seleksi Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS).

Tenaga guru hanya akan direkrut melalui jalur Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK). Kebijakan ini akan dimulai pada waktu penerimaan CPNS tahun 2021

Ketua Umum Dewan Pengurus Pusat Asosiasi Guru Pendidikan Agama Islam Indonesia (DPP AGPAII), Mahnan Marbawi, menilai, pemerintah dalam hal ini Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (Menpan RB) seharusnya memberikan keadilan kepada warga negara yang berminat untuk menjadi guru yang berusia di bawah 35 tahun untuk mengikuti seleksi CPNS.

“Rekruitmen CPNS yang tidak menyertakan guru menunjukkan pemerintah tidak peka terhadap perbaikan sektor pendidikan,” kata Mahnan Marbawi lewat keterangan tertulisnya, Senin (4/1).

Mahnan menegaskan, dalam hal rekruitmen 1 juta tenaga PPPK yang dilaksanakan Kemendikbud, hanya menyertakan 9.464 atau 0,09 persen dari 1 juta. Angka itu jelas tidak rasional dibandingkan dengan kebutuhan Guru Pendidikan Agama Islam (khususnya) yang mencapai 100 ribu lebih.

“Masa dari 1,2 juta rekruitmen tenaga guru, hanya 0,09 persen rekruitmen tenaga PPPK bagi Guru Agama Islam? Ini jelas tidak adil bagi 120 ribu GPAI bukan PNS yang juga memiliki hak dan kesempatan yang sama untuk mengikuti tes PPPK,” katanya.

“Kami berharap, Kementerian Agama melakukan koordinasi dengan Kemendikbud untuk mengkoreksi jatah 0,09 persen rekruitmen untuk Guru Pendidikan Agama Islam. Jelas ini tidak adil,” imbuhnya.

Komentar