Korban Penganiayaan Sempat Ditahan, Polisi Kejar Pelaku

Senin, 4 Januari 2021 11:10

Penganiayaan secara bersama-sama menimpa Muh Syawal (21). Pelaku memprovokasi warga dengan menyebutnya sebagai pelaku begal.

FAJAR.CO.ID, JAKARTA — Penganiayaan secara bersama-sama menimpa Muh Syawal (21). Pelaku memprovokasi warga dengan menyebutnya sebagai pelaku begal.

Parahnya, petugas kepolisian langsung mengadili Syawal. Ia ditahan di Polsek Somba Opu, Minggu, 3 Januari, sekitar pukul 00.30 Wita dini hari.

Dalam kondisi terluka parah, Syawal pasrah dibawa ke petugas. Walau ia berusaha membuka kedua matanya yang bengkak dan tampak membiru kehitaman.

Syawal akhirnya dibebaskan oleh pihak kepolisian sekitar pukul 16.00 Wita, setelah tak mendapatkan bukti yang dapat menjadikannya sebagai pelaku begal. “Saya tidak bisa menerima ini. Saya pasti laporkan. Dan saya berharap petugas kepolisian menangkap pelaku,” kata ibu korban, Junaeda Mahmud, kemarin.

Berdasarkan keterangan dari putranya, pelaku yang mengeroyok cukup dikenali. “Katanya mereka musuhan. Ada memang pertikaian. Tapi waktu pergi beli pulsa tadi malam sekitar jam 11.00 Wita, diteriaki bede sama itu pelaku. Dibilangi begal,” ungkapnya.

Peristiwa itu terjadi di Jalan Panggentungan, tak jauh dari Masjid Tamarunang, sampai di Jalan Danau Mawang II, Kelurahan Borongloe, Kecamatan Bontomarannu. “Penganiayaan ini harus ditindak. Tidak bisa dibiarkan. Saya berharap petugas tidak menutup mata,” imbuhnya berharap.

Sementara itu, Kapolsek Somba Opu Kompol Abdul Razak, mengatakan, korban yang dibawa ke Polsek hanya dimintai keterangan. Begitu juga dengan rekannya. Setelah itu dikembalikan ke orang tua atau walinya.

Komentar