Legislator PKB ke Amien Rais: Itu Pandangan yang Spekulatif


FAJAR.CO.ID, JAKARTA – Pendiri Partai Ummat Amien Rais menilai, keputusan pemerintah melarang aktivitas Front Pembela Islam (FPI) bisa menghabisi demokrasi di Indonesia.

Anggota Fraksi Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) DPR RI Maman Imanulhaq menyatakan, pernyataan Amien Rais tersebut tidak tepat. Menurut Maman, pemerintah membubarkan FPI dengan dasar kuat dan sesuai dengan undang-undang.

“Pendapat Amien Rais itu merupakan alternatif pandangan yang spekulatif dan tidak terlalu tepat,” kata Maman Imanulhaq.

Maman mengatakan bahwa demokrasi menjamin hak-hak sipil dan politik. Akan tetapi harus pula belajar dari pengalaman banyak negara, terutama di Timur Tengah.Pembiaran tumbuhnya politik identitas yang dibarengi dengan kepemimpinan kerumunan yang agitatif, kata Maman, akan berujung pada kekerasan dan perang.

“Kalau sudah begitu, eksistensi negara dapat terancam,” katanya mengingatkan.

Maman berpendapat bahwa kepemimpinan berbasis kerumunan identitas berbahaya karena sering menumbuhkan massa yang emosional.

“Massa akan dengan mudah digiring untuk melakukan tindak kekerasan,” ujar Wakil Sekretaris Dewan Syuro DPP PKB itu.

Pemerintah resmi melarang kegiatan, penggunaan nama, simbol, dan atribut FPI. Organisasi yang dipimpin Rizieq Shihab ini tidak lagi memiliki legal standing sejak 21 Juni 2019 karena tidak bisa memenuhi surat keterangan terdaftar (SKT) sebagai ormas.

Selain itu, Pemerintah mencatat FPI banyak melanggar hukum. Tercatat 35 anggota/pengurus FPI terlibat terorisme dan sebanyak 206 anggota/FPI terlibat tindak pidana umum lainnya.

Komentar


KONTEN BERSPONSOR