Tarif BPJS kesehatan Naik, Politisi PKS Sebut Pemerintah Tidak Peka

Senin, 4 Januari 2021 15:48

Ilustrasi BPJS Kesehatan

FAJAR.CO.ID, JAKARTA- Pemerintah resmi menaikkan iuran BPJS Kesehatan pada tahun 2021. Tapi, kenaikan tarif tersebut dikhususkan untuk peserta kelas III.

Jumlah kenaikan BPJS kelas III itu berlaku pada 1 Januari 2021 dengan tarif Rp. 35000 yang awalnya RP. 25000.

Tarif ini berlaku untuk semua peserta termasuk Pekerja Bukan Penerima Upah (PBPU) dan Bukan Pekerja (BP).

Menanggapi hal tersebut, politisi Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Kurniasih Mufidayati mngaku kecewa lantaran pemerintah telah mengabaikan kesepakatan.

Padahal, kata Mufidayati, Komisi IX DPR dengan pihak BPJS Kesehatan dan Kementerian Kesehatan pada 24 November 2020 sepakat untuk tidak menaikkan tarif BPJS.

“kemarin Dewan Jaminan Sosial Nasional (DJSN) sepakat untuk tidak menaikkan tarif BPJS, berarti ini mengabaikan hasil kesepakatan dengan Komisi I X,” papar Mufidayanti dalam keterangannya kepada Pojoksatu.id di Jakarta, Senin (4/1/2020).

“Kemudian DJSN iminta berkoordinasi dengan kementerian lembaga terkait, guna mempertimbangkan relaksasi iuran bagi peserta dari PBPU dan BP kelas III sehingga tetap membayar Rp. 25.500 pada tahun 2021,” paparnya.

Meski demikian, kata Anggota Komisi IX DPR, kenaikan tarif kelas III ini lebih rendah dari yang diajukan semula Rp 42.000.

Namun tetap saja memberatkan bagi kelompok PBPU dan BP khususnya dalam situasi pandemi covid-19 yang masih berlangsung.

Komentar