Bupati Bone Pertanyakan Data PBI BPJS, Sudah Meninggal Kok Masih Dibayarkan

Selasa, 5 Januari 2021 11:58
Belum ada gambar

Bupati Bone

FAJAR.CO.ID, BONE — Data Penerima Bantuan Iuran (PBI) BPJS Kesehatan Kabupaten Bone carut marut. Pemerintah daerah mengeluhkan adanya data yang sudah meninggal atau pindah domisili masih dibayarkan.

Dalam temuan Komisi IV DPRD Bone sekaitan Penerima Bantuan Iuran (PBI) BPJS Kesehatan ada sekira 14.000 data yang selalu dibayarkan rutin oleh pemda Bone yang orangnya sudah banyak berpindah domisili, dan sudah meninggal. Disisi lain masih disiapkan porsi anggaran.

PBI APBD dasarnya merujuk pada Data Terpadu Kesejahteraan Sosial (DTKS). Data DTKS itu sekitar 297 ribu jiwa, ada yang ditanggung provinsi dan ada pula yang ditanggung APBD kabupaten.

Itulah yang mengakibatkan Pemda berhutang pada BPJS Kesehatan Bone sebanyak Rp21 miliar. Meski begitu BPKAD Bone sudah menalanginya di APBD Perubahan 2020 kemarin.

“Soal data ini harus betul-betul diverifikasi dengan baik. Masa kita membayar Rp150 miliar setiap tahunnya ke BPJS Kesehatan sementara orangnya sudah pindah dan meninggal,” kata Bupati Bone, Andi Fahsar Mahdin Padjalangi kemarin di acara diskusi yang digelar oleh Dinas Kominfo.

Bupati dua periode itu menuturkan, memang soal data ini harus diperjelas. Sebab, ada banyak data yang dipakai. Ada data dinas sosial, ada pula data dinas kesehatan.

“Padahalkan sudah ada Badan Pusat Statistik (BPS) yang terpercaya soal data. Harusnya kan pakai data BPS saja kalau mau jelas,” bebernya. (agung/fajar)

Bagikan berita ini:
6
4
1
Tetap terhubung dengan kami:

Komentar