KA Terus Tersandera Lahan, Target Proyek Rampung Tahun Ini

KA Terus Tersandera Lahan

FAJAR.CO.ID, MAKASSAR — Pembangunan jalur Kereta Api (KA) Trans Makassar-Parepare masih terhambat lahan. Tak kunjung rampung.

SEBENARNYA, sebagian pemilik lahan sudah menerima proses ganti rugi melalui pengadilan lewat jalur konsinyasi. Akan tetapi, masih banyak yang belum tuntas, sehingga proyek KA terus tersandera lahan.

Saat ini, kemajuan pembangunan jalur KA Trans Makassar-Parepare di wilayah Maros dan Pangkep sudah mencapai 68,4 persen. Hanya, pekerjaan tak terhambat.

Pencetusnya, proses pembebasan lahan mulur. Padahal, jalur kereta api ditargetkan rampung akhir Desember mendatang. Itupun sudah bergeser dari rencana awal rampung di awal 2021.

Ketua Pengadilan Negeri Pangkep Farid Hidayat mengungkapkan, untuk tahap pertama, ada konsinyasi 1.275 pemilik lahan. Sebagian sudah dilakukan pembayaran.

“Semuanya sudah dilakukan penawaran. Sebagian juga telah selesai pembayarannya. Sementara untuk tahap kedua konsinyasi, ada 405 pemilik lahan. Pembayaran dilakukan secara bertahap,” paparnya, kemarin.

Hingga saat ini, sudah dilakukan pembayaran sebesar Rp92 miliar terhadap ribuan titik lahan. Pembayarannya melalui tahap konsinyasi.

“Nilainya bervariasi. Secara keseluruhan, sudah ada Rp92 miliar yang dikeluarkan untuk pembayaran ganti rugi lahan KA melalui tahap konsinyasi ini,” ungkapnya.

Belum Rampung

Petugas Pengembangan Perkeretaapian Sulsel Ari Wibowo menjelaskan, hambatan utama pengerjaan jalur KA di Pangkep-Maros, yaitu pembebasan lahan yang tak kunjung rampung.

Komentar


KONTEN BERSPONSOR