Kepala OPD Sunat Dana Perjalanan Dinas Staf, Begini Respons Inspektorat Sulsel

Selasa, 5 Januari 2021 21:17

Ilustrasi potongan dana perjalanan

FAJAR.CO.ID, MAKASSAR— Ada kepala Organisasi Perangkat Daerah (OPD) Pemprov Sulsel yang nakal. Mereka memotong dana perjalanan dinas pada stafnya.

Hal itu diungkapkan Gubernur Sulsel, Nurdin Abdullah, Senin (4/1/2020). Menurutnya, tindakan tersebut sangat melanggar dan tidak boleh dibiarkan.

Menurut Nurdin, harusnya pada staf mendapat uang perjalanan sesuai aturan. Justru dipangkas oleh pimpinannya. Hanya saja, di depan seluruh kepala OPD lain dia tak ingin menyebutkannya.

“Jangan sampai era digitalisasi ini dimanfaatkan. Tujuannya nontunai kan, untuk menghindari pemotongan-pemptongan itu. Saya berharap ini dihentikan, karena kasian. Mungkin kita tidak merasakan, yang merasakan orang yang dipotong,” bebernya.

Sepekan sekali, Nurdin juga akan menggelar bincang pagi. Rencananya setiap Senin. Kegiatan ini bukan hanya dalam rangka penyamapain arahan. Melainkan mendengarkan masukan setiap OPD untuk evaluasi program.

“Misalnya ada yang merasa pencairan lambat dan sebagainya, bisa dilaporkan. Jadi mendengar semua keluh kesah, termasuk evaluasi program yang berjalan setiap pekannya. Cukup satu jam saja setiap Senin,” tambahnya.

Plt Kepala Inspektorat Sulsel, Sri Wahyuni Nurdin mengatakan, adanya temuan mengenai pemotongan uang perjalanan dinas, menjadi perhatian Inspektorat. Pihaknya akan segera menindaklanjuti hal tersebut.

Kata Sri, laporan yang diterima gubernur masih ada kepala OPD yang kerap memotong uang perjalanan dinas anak buahnya. Padahal salam sistem keuangan, sudah berjalan secara non tunai.

Komentar